Wana Wasa

13775741_10205749692736072_7582521303062187508_n
Adalah bumi dengan sejuta keindahan
gunung menjulang
meski tanpa jelita lautan

Ksatria dengan tugas yang dia emban
membuka jalan
kerja keras manghalau rintangan

Kemudian malam pagi
siang petang
datang
bumi tersohor
di sepanjang jalan
bersinar keanggunan
: dulu

Adalah sejarah tak terelakkan
semoga bangun dari mimpi
lahir ksatria pribumi
karena mulia peradaban tak sekedar bermimpi

#Harjabo197

Membeli Buku

13239253_10206332876905761_1382335321472006081_n

Alhamdulillah, itu yang saya ucapkan ketika datang untuk menemani kelas menulis kemarin siang. Adik-adik yang mengikuti kelas menulis punya inisiatif keren agar menumbuhkan minat baca teman-temannya. Masing-masing mereka membeli cukup banyak buku (kebetulan ada bazar buku murah MMU di Perpusda Bondowoso), dan mereka membawa buku-buku yang mereka beli itu ke sekolah. Mereka menaruh buku-buku tersebut di rak yang tidak dipakai, dan memperbolehkan teman-temannya untuk membaca selama istirahat.

Alhamdulillah, semoga ini merupakan salah satu angin segar budaya literasi di generasi muda yang ada di Bondowoso

(Mudah) Menulis

13041142_10206142837714900_1587209896193752929_o

Seperti kata Mbak Afra, “Menulis adalah menuangkan isi kepala.” Agar mudah dalam menulis, kepala harus diisi dulu dengan membaca. Selain memberitahu dasar-dasar menulis yang saya tahu, saya juga memotivasi adik-adik kelas menulis di Sdmuhammadiyah Bondowoso untuk semangat membaca.

Karenanya, setiap pertemuan saya selalu membawa buku dan majalah anak yang saya punya. Kebetulan paginya baru datang buku anak terbaru terbitan Penerbit Indivamedia Kreasikarya Mas Saleh Khana dan juga karya Kharissa Nurmanita Fayanna Ailisha Davianny dkk, jadi saya bawa juga ke pertemuan mingguan untuk foto bareng dengan dua buku tersebut.

Namun, dua buku tersebut belum boleh mereka pinjam, karena saya belum baca. Dua buku anak ini sangat bagus, karena tidak hanya menghibur namun ada nilai-nilai yang berusaha ditanamkan kepada pembaca anak. Recommended! 🙂

Kéké

14241412_10207044065085021_1311876117695352417_o

“Untuk mencapai tingginya kehidupan, sepasang sayap haruslah mengepak bersama.” Kang Rendy Seputra (halaman 39).

Tidak ada perusahaan yang tiba-tiba langsung menjadi besar, Kéké salah satunya. Pemilik Kéké sudah melalui semua aral rintang dengan segenap perjuangan untuk membesarkannya.

Dalam buku ini diceritakan kisah hidup Bunda Kartika (pemilik Kéké) yang sangat inspiratif. Buku ini ditulis oleh Kang Rendy Saputra yang menjadi CEO Kéké.

Ohya, Kang Rendy membuka kelas belajar bisnis yang dinamakan Sekolah Bisnis Dua Kodi Kartika. Nanti pembelajarannya secara e-learning. Ada video-video materi dari Kang Rendy, bisa juga langsung konsultasi kepada Kang Rendy dan teman-teman SB-DKK yang lain yang jumlahnya sudah ribuan, melalui grup fesbuk dan telegram.

E-learning ini sangat cocok bagi yang akan memulai bisnis ataupun yang sudah lama berbisnis. Tertarik belajar juga? Monggo klik http://duakodikartika.com/affiliate/3516 jika ada pertanyaan silakan Sms/wa ke 085933138891.

<span data-iblogmarket-verification=”nMlWmdQ1V5Hw” style=”display: none;”></span>

 

Memiliki Buku

14068403_10206895203323570_942735099377625043_o

Memiliki buku bagi saya tidak hanya untuk dibaca sendiri, namun ada niatan lain yaitu membagi. Seperti membagi pembacaan saya atas sebuah buku melalui tulisan yang biasa saya kirim ke koran ataupun saya posting di blog.

Membagi pembacaan saya atas sebuah buku juga disampaikan secara lisan, dulu saat di Malang, saya membuat Klub Pecinta Buku Booklicious – Malang yang memiliki agenda pertemuan seminggu sekali untuk ngobrolin buku yang sedang dibaca atau telah dibaca dalam seminggu lalu (pertemuan semacam ini juga ingin saya lakukan di Bondowoso, masih mencari pecinta buku yang memiliki waktu untuk bertemu dan sharing). Selain itu saya biasanya menceritakan pembacaan saya atas sebuah buku kepada adik-adik yang saya temani belajar menulis di ekstrakurikuler kelas menulis sebagai pemicu untuk mulai menyenangi dunia membaca.

Selain membagi pembacaan atas sebuah buku melalui tulisan dan lisan, saya juga biasanya meminjamkan bukunya langsung untuk dibaca. Tapi, biasanya saya juga melihat orangnya dulu apakah bisa merawat buku dan apakah akan dikembalikan nantinya. Terkhusus untuk adik-adik kelas menulis, memang saya sengaja untuk membawa buku saat jadwal kelas menulis dan meminjamkan kepada mereka, agar yang tidak suka membaca menjadi suka membaca, juga agar bahan bacaan mereka bertambah sehingga lebih mempermudah proses belajar menulis mereka.

Sejatinya, memang sejak saya masih di Pondok Pesantren saya memiliki keinginan membuka Taman Baca, alhamdulillah buku-buku saya terus bertambah di antaranya banyak reward menulis resensi dari berbagai penerbit dan penulis. Saya juga biasanya memang sering request buku anak-anak kepada penerbit, karena sasaran saya lebih kepada generasi anak-anak kecil pra-sekolah hingga sekolah dasar. Karenanya, ketika membuka taman baca gratis di car free day alun-alun Bondowoso saya menempatkan buku anak-anak dan majalah Bobo di depan sendiri, agar anak-anak yang lewat ada ketertarikan untuk mampir dan membaca. Begitu juga untuk adik-adik kelas menulis yang sekolah dasar, buku-buku yang saya pinjamkan adalah buku dan majalah anak-anak dari seri KKPK hingga Majalah Bobo.

Peningkatan mutu pendidikan anak negeri melalui jalur literasi saya pilih sebagai jalan perjuangan, jalan jihad. Karena tidak bisa disangkal kemerdekaan salah satunya juga diawali oleh tokoh-tokoh yang gemar membaca juga menulis. Soekarno, Hatta, Agus Salim, Hadratussyaikh K.H. Hasyim Asy’ari, K.H. Ahmad Dahlan, Kartini, M. Natsir dan masih banyak yang lainnya.

“Aku rela dipenjara asal bersama buku,” ucap Bung Hatta ketika dipenjara, “karena bersama buku aku bebas.” Semakna pula dengan tagline KCB-Mataram (Kelompok Cinta Baca Mataram) yang digawangi Wak Ical, “Membaca itu merdeka!”

Begitulah, membaca adalah kebebasan juga kemerdekaan. Semoga di 71 tahun kemerdekaan negeri ini, semakin merata pembebasan buta aksara, semakin banyak orang membudayakan membaca, semakin besar kesadaran orang agar tidak asal bisa bicara juga nge-share informasi dunia maya tanpa mengetahui kebenarannya, semakin maju pendidikan Indonesia, semakin berprestasi anak negeri, juga semakin luas jalan anak negeri berprestasi untuk mengabdi untuk negeri sendiri.

Mari ambil kaca, apa yang sudah kita berikan untuk negeri ini. -Anies Baswedan

*adik-adik kelas menulis di SD Plus Pondok Pesantren Al-Ishlah Bondowoso.

Cara Melihat Jumlah Kata Dalam Microsoft Word

Bagi seorang penulis, dosen, mahasiswa, guru, atau bahkan murid, ada tugas menulis dengan berbagai ketentuan. Salah satunya harus ditulis sebanyak bla-bla-bla kata. Nah, masih ada yang belum tahu bagaimana cara melihat jumlah kata dalam microsoft word, khususnya bagi yang baru belajar menggunakan komputer. Saya mencoba memberi tips, sebenarnya mudah kok.

  1. Bukalah microsoft word. 1
  2. Cek yang saya lingkari. Jika tidak ada tulisan maka, jumlah word atau kata adalah nol.2
  3. Kemudian tulisan apa yang ingin ditulis. Lalu cek lagi yang saya lingkari, jumlah kata sudah ada yaitu 455 words.3
  4. Tambahan. Mungkin ada yang bingung juga bagaimana cara mengatur spasi. Klik saja tanda ini, 6. Tinggal dipilih, spasi 1,0, spasi 1,5, dan lain-lain.
  5. Cek dua gambar di bawah.
    4
    1
    5
    2

    Yang pertama spasi 1,0, yang kedua spasi 1.15. Ada perbedaannya kan?   Alhamdulillah selesai sharing sederhana ini,  semoga ada manfaatnya. Mudah kan?🙂