(Kelompok) Islam

nancy beyer

Apakah boleh berbangga dengan kelompok Islam? Boleh. Namun, jangan berlebihan. Berbanggalah dengan Islamnya. Konstribusi kelompok terhadap Islam tidak diragukan banyaknya, namun tidak sedikit pula karena urusan kelompok, ukhuwah renggang, mau menang sendiri, mau benar sendiri, merasa bukan saudara, bahkan memvonis kafir. Tidak sedikit kisah mengiris hati, hingga tak sanggup menahan air mata hanya karena berbeda kelompok meski sesama Muslim. Selama perbedaan pada hal yang dibolehkan juga memiliki dasar sesuai ahlussunnah wal jama’ah, pahamilah dan berlapang dadalah!

Jangan sampai ‘musuh’ tertawa dan bertepuk tangan atas sikap bercerai-berai kita.

credit: Nancy Byer

Tukang Becak Pembaca Buku

IMG_9279

Bila saya tak ada halangan (sakit dll), Pak becak ini yang selalu mengantarkan saya dan membawa buku-buku untuk Taman Baca Gratis di Car Free Day Alun-Alun Bondowoso tiap hari Ahad. Jika sudah tak ada tumpangan, beliau duduk menemani saya menjaga taman baca, berbicara soal keluarga, pekerjaan, dan hal-hal yang baru dialaminya. Rumahnya jauh dari kota, beliau biasa mangkal di depan rumah saya sejak adzan atau bahkan sebelum shubuh. Karena itulah saya sering memakai jasa beliau, dan kemudian langgangan. Semoga Allah menambah rezeki beliau dan memberikan kesadaran beribadah agar lebih berkah.

Manusia dan Pencipta

sail

Apalah daya manusia tanpa Sang Pencipta. Maka, meminta pertolongan kepada-Nya, adalah keniscayaan. Karena hanya Dia yang Maha Mengetahui dan Maha Kuasa atas kehidupan manusia. Meminta pertolongan kepada Allah dengan cara bersabar dan mengerjakan shalat.

Insya Allah, Allah akan menolong cepat atau lambat. Insya Allah, yakinlah! 🙂

*credit: Maximilian Weisbecker

 

Tunas Cahaya

IMG_7599
Kita adalah tunas
yang disiram di sepertiga malam
dengan air bak zam-zam
mata air tercurah nan berkhasiat

Kita adalah bebunga
yang tumbuh di kebun cahaya
berkembang merekah indah
mewangi mewarnai dunia

: terima kasih atas
segala siram yang tak terhingga

semoga Allah curahkan berkah tak terkira

*oleh-oleh temu alumni nasional Pondok Pesantren Al-Ishlah Bondowoso 15-17 Juli 2016, credit:Abdurrahman Abdullah

 

Berani Menulis Itu Hebat

1411491286483391052
sumber: http://assets-a2.kompasiana.com/statics/files/1411491286483391052.jpg?t=o&v=760

Baru saja salah satu dari adik-adik saya yang mengikuti kelas menulis di SD Muhammadiyah Bondowoso, mengirim inbox ke saya. Intinya, dia meminta maaf kalau dia dan salah satu temannya yang ikut lomba juga, tidak bisa membahagiakan saya karena belum menang lomba menulis cerpen PECI yang diadakan oleh Penerbit Indiva. Selamat ya adik-adik yang menjadi juara!

Wah, saya terharu. Padahal ya saya juga hanya membagi ilmu menulis cuma segitu aja, ya karena ilmu menulis saya sementara begitu aja, dan saya nggak minta mereka menang. Mereka mau dan berani menulis, kemudian mau dan berani mengirimkan untuk mengikuti lomba saja saya sudah senang. Saya kemudian jawab, “Lha gpp, santai aja, yang penting pengalaman. Ayo baca buku lagi, cari ide lagi, nulis lagi, nulis cerpen lagi, nulis puisi lagi, ngirim ke bobo, ngirim ke kompas dll. Semangat ya!”

“Siaaapp kak. Aku sma zahro udh ada judul, terus udh ada cerita nya. Jd tinggal ngelanjutin. Tp kalo beberapa minggu ini aku gak bisa ngelanjutin cerita nya. Kalo tangan ku udah normal baru nulis lagi kak,” jawab adik itu melalui inbox. Kabarnya tangannya memang pernah patah dan dioperasi, dan sekarang tangannya akan dioperasi lagi.

Semoga operasinya lancar, dan bisa menulis lagi. Semoga bisa mengikuti jejak Ayu (satu-satunya anak Bondowoso yang menulis buku KKPK). Tak hanya itu, semoga menginspirasi adik-adik kelasnya dan anak-anak SD lainnya yang ada di Bondowoso untuk ikutan menulis. Saya bahagia, karena mereka semangat!🙂

Salah satu komentar atas status fesbuk saya di atas, mengatakan, “Bisa menulis sudah menjadi juara!” Saya pun mengamini, karena sejatinya, berani menulis dan berani mengirimkannya adalah sifat para juara. Berani menulis itu hebat! Semoga ini tidak mematahkan semangat adik-adik menulis kelas menulis saya, tetapi malah menjadi pelecut motivasi bagi mereka untuk semakin semangat belajar, membaca dan menulis. Tidak hanya untuk mereka semoga saya pun semangat belajar, membaca dan menulis. Semoga!🙂

7 Tanda Cinta Rasul

sumber: http://islamforchristians.com/
        sumber: http://islamforchristians.com/

Mencintai adalah fitrah manusia. Namun, tiada yang lebih berhak dan utama untuk dicintai di dunia ini kecuali Allah dan Rasul-Nya. Sebab tak seorang pun di akhirat kelak yang ingin masuk neraka, maka menjadi penghuni surga dan berdekatan dengan Rasulullah adalah dambaan.

Rasulullah pernah menyabdakan bahwa seseorang akan bersama yang dia cintai di akhirat kelak. Jika kadar cintanya lebih besar kepada selain Rasulullah, maka dia tidak akan bersama Rasulullah di akhirat kelak. Sebaliknya, jika Rasulullah menjadi cinta utama setelah Allah, maka di surga dia akan berdekatan dengan Rasulullah. Masya Allah, betapa indahnya.

Lalu bagaimana bukti atau tanda cinta kepada Rasulullah? Ustadz Syafiq Riza bin Basalamah dalam pengajian di Masjid Al-Furqo, Maesan, Bondowoso (5 Januari 2016) mengatakan setidaknya ada tujuh tanda.

Pertama, percaya dan yakin kepada Rasulullah.

Kedua, berhukum dengan hukumnya.

Ketiga, mengikuti sunnah Rasul.

Keempat, mencintai segala sesuatu yang Rasul cintai.

Kelima, banyak mengingat Rasul.

Keenam, sering membaca sirah Nabi.

Ketujuh, sering bershalawat kepada Nabi.

Percaya dan yakin kepada Rasulullah tidak cukup dengan perkataan, “Aku cinta Nabi, Aku cinta Rasul.” Namun, di sisi lain tidak berhukum dengan hukumnya, tidak meneladaninya, tidak mengikuti sunnahnya.

Sahabat Nabi sebagai generasi terbaik, mereka benar-benar membuktikan kecintaan mereka kepada Nabi, dengan taat dan mengikuti apa yang Rasulullah lakukan. Seperti ketika Rasulullah mengatakan untuk merapatkan shaf jamaah ketika akan shalat, sahabat langsung melaksanakan tanpa interupsi atau pertanyaan. Ada banyak cerita tentang Rasul dan sahabatnya yang disampaikan oleh Ustadz Syafiq dalam kesempatan ini.

Suatu ketika Anas bin Malik melihat Rasulullah memakan sesuatu yang tidak disukai oleh Anas. Setelah melihat itu, Anas kemudian mencoba untuk menyukai makanan yang disukai oleh Rasulullah tersebut. Dalam lain kisah, ketika di dalam masjid Rasulullah menyuruh kepada para sahabat untuk duduk, ketika itu Ibnu Mas’ud masih di depan pintu. Mendengar Rasulullah menyuruh para sahabat duduk, Ibnu Mas’ud pun duduk di depan pintu. Melihat Ibnu Mas’ud duduk di depan pintu, Rasulullah memanggilnya untuk duduk di dalam masjid. Masya Allah, betapa taatnya generasi pertama Islam kepada Rasulullah.

Begitu juga sikap mereka terhadap sunnah Nabi, para sahabat radhiyaallahu ‘anhum tidak pernah menawar dan menolak dan berkata, “Ini kan hanya sunnah.” Sungguh dalam sunnah itu ada banyak kebaikan, misalnya dalam sunnah rawatib. Kita sadar betul bagaimana sulitnya mengkhusyukkan diri dalam shalat. Kita tahu betul, bahwa shalat kita seringkali masih banyak kurangnya. Maka, dengan sunnah rawatib, kekurangan kita tersebut akan ditembel atau akan membaikkan nilai shalat kita. Semoga kita dimudahkan dalam mengikuti sunnah Rasulullah.

Mengenal Rasulullah lebih dalam lagi dengan membaca sirah-nya, akan semakin membuat kita cinta kepada beliau. Dengan membaca sirah, kita pun akan tahu betapa berat ujian, tantangan, perjuangan dakwah beliau. Sangat berbeda, dengan kita, jauuh sekali perbedaannya. Dengan mengetahui, memahami dan merenungi kisah hidup Rasulullah, insya Allah akan semakin tumbuh benih cinta kita kepadanya.

Selain membaca sirah Rasulullah, mengenal kehidupan orang-orang yang beliau cintai yakni para sahabat beliau juga akan menambah cinta kita kepada Rasulullah. Dengan mengenal para sahabatnya, kita akan semakin tahu betapa cinta para sahabat sangat besar dan kita pun termotivasi untuk semakin memupuk rasa cinta kita kepada beliau.

Dengan semakin bertambahnya rasa cinta kita kepada Rasulullah, maka buktikan di antaranya dengan mengikuti sunnahnya, mencintai sahabatnya, dan banyak bershalawat padanya. Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa ‘ala aali Muhammad, wa shohbihi wa man tabi’ahum biihsanin ilaa yaumiddiin. Semoga Allah limpahkan shalawat kepada Rasulullah Muhammad ShallaAllahu ‘alaihi wa Sallam, kepada keluarganya, kepada para sahabatnya, juga kepada pengikutnya yang setia hingga akhir zaman, semoga kita semua termasuk di dalamnya. Aamiin….