Radio Butut Kakung Syamsuri

“Mari pilihlah saya, Bejo Sugiantoro. Kita bangun sama-sama, kota bunga kita ini. Kota Sido lumpur, agar menjadi kota berkembang dan semakin maju. Pilih saya dari Partai Mata Hati Rakyat Indonesia (Matahari) No 55, mari berjuang!” Siang hari yang begitu panas, suara seperti inilah yang keluar dari radio butut Kakung Syamsuri.
“Waduhhh….sekarang partai koq banyak sekali ya, sampai 55 partai, waktu masih muda rasa-rasanya cuma 3 partai, bikin orang bingung milih aja” gerundel dalam hati Kakung Syamsuri.
Lalu diputarnya kembali tuning radio butut bermerk sanyo miliknya itu, yang sejak tadi masih dalam gengganman tangannya.Inginnya sih mencari channel baru. Bosan dengan ucapan-ucapan calon wakil rakyat yang kadang hanya sekedar cuap-cuap saja, janji tanpa bukti, yang semuanya hanya rayuan gombal.
Setelah menemukan channel radio yang lainnya, selang beberapa menit, beda lagi
Kampanye di radio itu dari calon wakil rakyat lainnya, berbeda dengan yang awal “Indonesia adalah negara yang memiliki kekayaan alam dan kaya akan manusianya. Untuk itulah perlu dibangun memiliki kesadaran memiliki negara ini. Saya Jaka Kharisma Tholedo (JKT), dengan partai saya Partai Bangun Diri Bangun Negara Bangun Bangsa dengan lambangnya seorang kuli kontrak. Kita songsong negara dan bangsa ini, menuju kejayaan abadi. Contreng Partai Bangun Diri Bangun Negara Bangun Bangsa ( Partai BDBNBB) No urut 51.
Kakung Syamsuri tak tahan lagi mendengarkan semua omong kosong itu. Yang telah berulang kali dan tak dapat dihitung dengan jari. Lalu tiba-tiba dia telah mematikan radionya itu. Suadah menjadi kebiasaan, di hari-hari yang telah renta itu. Dilaluinya denagn memegang radio dan mendengarkannya saja. Hampir tiap waktu senggangnya. Selain mengerjakan pekerjaan rumah. Radio itu adalah radio yang dia beli 40 tahun lalu. Tu sekali kuno sekali. Tapi siapa sangka suaranya masih semerdu sewaktu beli pertama kali. Itulah kehebatan barang-barang tua.
@@@
Saat matahari telah berhijrah dari titik tegah ke titik barat. Udara yang awalnya panas, mulai terasa mendingin. Angin sepoi-sepoi semilir tubuh Kakung Syamsuri yang tua, namun tubuh lelaki berkepala lima itu terbilang cukup kuat. Bagaimana tidak, dikala tubuhnya yang semakin rapuh itu, masih saja mengerjakan pekerjaan-pekerjaan rumah, yang seharusnya tidak dia kerjakan lagi. Maklumlah dia sendiri, tak ada istri tak ada anak, tak ada saudara tak ada kerabat. Tapi dia tak merasa sendirian. Karena masih ada benda tua itu, radio butut yang selalu menemaninya.
Kakung Syamsuri menghidupkan lagi radio bututnya itu. Dia cari channel radio favoritnya, Dunia Fm. Kebetulan program acara sore ini, kesukaannya juga, tembang-tembang jawi. Setelah satu tembang telah di putar oleh si penyiar. Lagi-lagi, kampanye di radio lagi. “Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarokatuh. Salam sejahtera selalu. Saya Abdul Kholifi. Dukung saya lagi. Beri saya kesempatan satu kali lagi. Empat tahun mendatang kita angkat derajat bangsa ini di mata dunia. Karena sesungguhnya, saat ini kita belum merdeka, ingat saudara-saudara kita belum……..” Kakung Syamsuri semakin menggerutu wajahnya, amarahnya tak tertahankan lagi, belum selesai kampanye itu dan ‘Gebruakkkkkkk………………….!!!!


@@@
Hari pemilihan umum akan dilaksanakan. Pagi sangat terang, Kakung Syamsuri duduk di teras depan, di atas kursi kayu tua. Termenung termehek-mehek sendiri. Dia sendiri, radio bututnya tak lagi menemani. Hari yang dulu selalu ceria, kini berubah sepi. Radionya tak mungkin dipakai lagi, telah hancur berserakan. Kini sisa-sisa itu dia kumpulkan di sebuah tempat. Tuk dia bawa kemana-mana. Kini tinggal kenangan.
“Pak Syamsuri, ayo pak kita berangkat. Sudah di tunggu pak…….ngomomg-ngomong mau nyotreng apa nich pak?” Suara itu membangunkan Kakung Syamsuri dari lamunan tentang radionya yamg telah rusak.
“Bilang aja, sama pak Rt saya gak mau milih, saya golput aja. Sekalian salam untuk calon-calon wakil rakyat itu, radio saya rusak gara-gara mereka semua. Makanya, aku gak mau milih mereka. Sepertinya ucapan mereka hanya omong kosong belaka, jadi nggak mungkin mengganti radio butut saya itu, iya nggak? Emangnya mereka setelah jadi wakil rakyat mau mengganti radio saya itu, mereknya sama, modelnya sama, pokoknya semua sama bin persis,mau ngga…….? Bisa nggak……?”Kerasnya suara Kakung Syamsuri, pun mengagetkan beberapa orang yang mengajaknya pergi ke TPS.
Mereka bingung,mereka bengong……….!?!?!?!?!?

Selamat Berkat Kejujuran

Suatu ketika datanglah pemuda kepada Rasulullah SAW. Kedatangannya itu bermaksud akan keinginannya untuk memeluk cahaya islam. Maka Rasulullah menyuruhnya mengucapkan dua kalimat syahadat. setelah pemuda itu mengucapakan syahadat dia berkata
“Wahai Rasulullah , saya terbiasa melakukan perbuatan dosa dan saya sulit sekali untuk meninggalkannya” Mendengar itu serfaya Rasulullah bersabda
“ Apakah kamu akan berjanji kepadaku akan meninggalkan perbuatan dusta?” Pemuda itupun menjawab
“Iya wahai Rasulullah saya berjanji”
Kemudian pemuda itu pergi meninggalkan Rasulullah dan berkata dalam hatinya
“ Begitu mudahnya apa yang diminta Rasulullah untukku”
Dan suatu ketika, keinginan pemuda ini untuk mencuri timbul kembali, maka berkecakmuklah jiwa didadanya
“ Apabila aku mencuri dan Rasulullah bertanya padaku, maka aku akan menjawab apa? Apabila aku menjawab iya, sungguh aku akan mendapatkan hukuman, dan apabila aku menjawab tidak, sungguh aku telah berdusta, sedangkan aku telah berjanji kepadanya akan meninggalkan dusta. Jadi sebaiknya aku harus menjauhi perbuatan mencuri ini”
Lalu begitu seterusnya, setiap kali pemuda ini akan melakukan perbuatan dosa, dia selalu teringat janjinya pada Rasulullah. Maka sholihlah ia dan jadilah ia sebaik-baik manusia yang berbuat kebajikan hingga ia sangat berpegang teguh akan keislamannya.

Desa Reformasi, 01 Juli 2009
Malam tak menggetarkanku untuk berkarya (diterjemahkan dari qira’atus rasyidah bahasa arab)

FILM DAN GENERASI BANGSA

Ketika tekhnologi telah menguasai semua lini kehidupan, akan terlihat kehidupan kita mudah karena lahirnya komponen-komponen yang serba instan. Mulai dari kecanggihan alat-alat modern hingga makanan pun akan serba instan. Tak luput dari itu juga lahirnya film-film yang menggambarkan kecanggihan dan kemodernan zaman. Maka manusia pun dimanjakan dengan menonton film-film imajinasi tingkat tinggi yang serba canggih.
Jadilah film-film menjadi kesukaan remaja. Kesukaan remaja menonton film sangatlah tinggi. Tak lain film-film barat yang mereka gandrungi. Dan tak kalah juga film-film lokal karya anak bangsa cukup mereka minati. Dari sini ada beberapa faktor mengapa remaja suka menonton film-film itu, karena memang sudah hobi mereka nonton melulu, pagi, siang, malem nonton sampe lupa waktu, karena film yang di tonton adalah film yang menampilkan kecanggihan zaman ataupun film yang menceritakan imajinasi tingkat tinggi sutradara pembuat film itu, dan ada juga faktor ini cukup menggelikan hati kita, yaitu film itu bermuatan pornografi dan pornoaksi.
Sangat disayangkan sekali, faktor terakhir tadi adalah faktor yang menyebabkan remaja kita suka nonton film. Maka yang hal inilah yang menyebabkan bobroknya moral anak bangsa. Mungkin, film-film barat yang menampilkan tayangan berbau porno, adalah hal yang biasa. Tapi, ini yang sangat memprihatinkan, yaitu sutradara-sutradara lokalpun latah tergiur dengan hasil yang di dapatkan dari film-film seperti itu. Memang sangat jelaslah film-film seperti ini yang laku dipasaran.
Lihat saja film-film lokal yang bertengger di bioskop-bioskop di kota besar, mulai dari quicke express, extra large, mas suka masukin aja, ku tunggu jandamu, kawin kontrak sekuel 1,2, dan lagi dan masih banyak yang lainnya. Dari judulnya saja sudah cukup berani. Belum lagi isinya, membuat hati meringis. Memang film-film ini, adalah film-film komedi. Tapi ternyata komedi saja tak cukup, sutradara pembuat film ini pesimis lalu di tambahkan olehnya adegan-adegan bermuatan porno, maka larislah film-film itu di setiap bioskop-bioskop, karena banyaknya penonton yang suka. Orang indonesia memang sukanya yang seperti itu.
Sebenarnya menonton film itu sama dengan membaca buku. Setelah membaca atau menontonnya, harus ada apresiasi pembaca atau penonton. Penonton tidak boleh menelan mentah-mentah begitu saja apa yang ia tonton. Tapi harus ada kritik dan saran.
Misalnya, film kawin kontrak. Film ini laku di pasaran hingga selalu dibuat sekuelnya, dari satu, dua, lagi dan mungkin empat dan lima akan dibuat untuk menyusul kesuksesan sekuel sebelumnya. Film laris ini bercerita tentang kawin kontrak, yang jelas-jelas kontra dengan nilai –nilai agama, khususnya agama islam. Mengapa para penonton diam saja dan malah mendukung film ini untuk dibuat sekuelnya. Kita hanya diam berpangku tangan. Belum lagi film-film yang dari judulnya saja porno. Misalnya, film Mas Suka Masukin Saja, saya heran bagaimana kerja badan penyensor film-film yang akan dirilis ke permukaan.
Sungguh perfilman Indonesia sangatlah memprihatinkan. Undang-undang perfilman sudah ada, Undang-undang pornografi dan pornoaksi sudah rampung juga, siapa yang salah?
Intropeksi diri sepertinya perlu bagi komponen negeri ini, khususnya kita pewaris negeri dan generasi bangsa. Apa yang sudah kita berikan kepada negara dan bangsa? Mungkin dengan kita mengapresiasikan, mengkritiki, dan memberi saran untuk film-film karya anak bangsa, akan ada perbaikan dalam setiap pembuatannya. Semoga setiap produser, sutradara, dan orang-orang yang ada di lembaga pensesoran film Indonesia, lebih sadar lagi untuk memberikan yang terbaik untuk bangsa,negara, dan agama. Tidak hanya melihat hasil dari yang ia kerjakan, tetapi berkarya dan harus berarti. Semoga. Amien.

Siang hari di Syurgaku, 28 April 2009

Keajaiban Facebook (sebuah review)

Judul : Facebook On Love
Penulis : Ifa Avianty
Penerbit : Lingkar Pena Publishing House
Tahun Terbit : Juli, 2009
Jumlah Halaman : 274 Halaman

Sebuah kebiasaan saya ketika membeli buku, adalah menyampulnya terlebih dahulu karena saya merasa dan paham betul buku itu adalah aset yang berharga di dunia ini bahkan di akhirat. Dan juga menjadi kebiasaan saya adalah bukan menjadi pembaca pertama terhadap buku-buku yang saya beli itu, bisa ke dua, tiga, bahkan ke sepuluh, hehe. Kebiasaan yang aneh dan tentu kurang baik pula, saya mengakui itu. Tapi tidak semua buku yang saya beli, ya lebih banyak seperti itu. Dengan berbagai alasan kesibukan, jika saya ditanya mengapa belum baca dan di dahului oleh peminjam.
Begitu juga dengan cerita berikut saat saya memborong buku saat Munas FLP di Solo agustus tahun lalu. Kebetulan dari beberapa penerbit tak mau menyia-nyiakan kesempatan ini, karena memang Munas FLP adalah acara besar-besaran yang dihadiri oleh ratusan lebih anggota organisasi penulis Islam ini. Sehingga banyak buku-buku yang di jual dengan harga miring. Kesempatan juga buat saya sebagai pembeli untuk memborong. Lumayan banyak dari buku-buku agama sampai novel, dari ensiklopedi puasa, ‘ulumul qur’an, sampai facebook on love.
Setelah sampai di ma’had dan selesai di sampul. Banyaklah antrean untuk meminjam buku-bukuku, yang suka buku nonfiksi agama sampai pencinta novel. Termasuk buku facebook on love menjadi rebutan para langganan peminjam bukuku, khususnya akhwat ustadzah-ustadzah ma’had. Secara bergantian mereka membaca mengantri. Saya kurang tahu kenapa buku itu begitu diminati, apakah karena isinya yang menarik, atau ketertarikan pembaca pada pandangan pertama di karenakan judul atau cover yang menarik perhatian yang menyulut rasa penasaran atau?? Ah, saya tak tahu waktu itu apa penyebabnya karena memang saya si empunya buku belum baca buku itu, tapi perkiraan saya lebih karena judul yang memang cocok dengan masa facebook yang booming jadi permainan, pembicaraan dan penghabis waktu orang-orang. Dan buku itu baru kembali sekitar dua bulan kemarin dan saya baru membacanya kira-kira seminggu kemarin. Waktu itu orang yang mengembalikan mengatakan pada saya “ buku ini bagus yah” katanya, saya hanya menganggukkan kepala dan mengatakan ya “tok”, sudah cukup nggak banyak membahas ntar malah nggak nyambung takutnya, ntar ketahuan kalau belum baca atau lola, alah udahlah memang banyak komentar kalau buku ini bagus dan sarat hikmah dari langganan peminjam bukuku.
Dan untuk Ternyata setelah saya baca buku ini dari awal saja saya sudah mendapatkan pecutan untuk terus membacanya tanpa henti kalau bisa tanpa mengedipkan mata, hehe itupun kalau bisa. Memang dai awal cerita sudah membawa pembacanya untuk berfantasi di dunia facebook yang penuh misteri, hehe. Setelah sampai akhir membaca, subhanallah begitu sarat hikmah bro, benerr.
Bayangkan sebuah kisah cowok dan cewek yang bertemu di dunia facebook, pertemuan yang tidak di harapkan oleh si cewek yang bernama Dayana alias Dea. Pertemuan yang membuat Dea marah plus mangkel setengah mati kepada cowok yang bernama Fadli, alias hantu facebook yang sering dikatakan Dea pada Fadli. Nyaris akun facebook fadli di hapus dari friendlist Dea. Tapi tak pernah jadi, dan siapa sangka Dea yang lulusan luar negeri Amerika dan Australia di bidang Creative Writing mencari kerja dan mendapatkan kerja yang ternyata bosnya adalah Fadli musuhnya si hantu facebook.
Perseteruan sengit antara keduanya kali tak hanya di dunia maya tapi sudah memasuki alam nyata, sekalipun dikantor hal itu tetap terjadi. Ada saja yang membuat mereka berdua rebut yang akhirnya menjadi perhatian pertama seluruh penduduk kantor itu. Tetapi sekali lagi coba bayangkan ternyata dalam keributan yang hampir tiap hari itu malah menumbuhkan bibit cinta di hati Fadli pada Dea, bahkan itu bukan hanya menumbuhkan tapi menyuburkan karena bibit itu ternyata sudah ada dan tumbuh. Yang akhirnya Fadli menemukan dua bayi kembar dan meminta Dea untuk mengasuh bersama dan menikah, siapa sangka??
Namun ternyata hubungan mereka tak semulus yang di perkirakan, batu-batu penghalang dan rintangan menerjang. Karena terbuka rahasia hubungan gelap Fadli dengan istri orang, saat masih kuliah di Singapura dulu. Pernikahan mereka harus terluka karena itu. Dea tak kuasa menahan cemburu yang pasti membara dan Fadli pun gamang harus memilih siapa? Namun pada akhirnya dia sadar dia telah menikah dan berharap bisa kembali rujuk pada Dea. Di akhir kisah mereka kembali bersatu, dengan ending yang sangat menarik.
Saya banyak mendapatkan hikmah dalam buku ini, antara lain Pernikahan adalah suatu kejadian sakral yang di katakana separuh dien, dan begitu berat dalam menjalaninya. Berat dalam artian harus banyak belajar dan belajar, dari kehidupan dan buku-buku. Bagaimana kehidupan awal suami istri yang harus terjaga keharmonisannya. Bagaimana perawatan seorang bayi bahkan dua bayi sekaligus atau kembar, dan yang terakhir keajaiban facebook itu sendiri yang mampu menyatukan dua insan, hehe. Yang akhir-akhir ini facebook masih di bicarakan halal dan haramnya, apakah halal atau haram?? Menurut saya tergantung si empunya akun facebook akan memakai untuk kebaikan atau kejelakan, menyeru pada yang ma’ruf atau yang mungkar, dsb.
Terakhir untuk mba Ifa Afianty sebagai pengarang buku mantap ini, saya minta maaf karena baru bisa membaca dan mengapresiasikan buku yang saya beli hamper setahun ini, afwan banget mba. Dan di tunggu sekuelnya.. “Facebook On Love 2” khususnya salam dari pelanggan peminjam buku-buku saya.. hehe.. salam Facebookers..

23.04.2010, 23.04, in my jannah..

; Untuk Mereka Yang Terluka

Helai daun itu
Jatuh..
Setelah terlanjur dewasa
Dalam buaian masa dan bahasa

Dan Kamu terbuai sepimu
Yang ternyata membuang tawamu
Yang terselip dalam mimpimu
Yang selalu kau puja-puja dulu

Amboi, jangan lama dalam derita
Semua luka yang kau cipta
Andai kau masih memanja
Yakinlah jalan panjang yang kau lalui
Belum berakhir dan kau pelaku utamanya

Jejak cintamu mencipta
Cahaya yang memecah sunyi
Jejak cintamu menggelora
Cahaya untuk pangeranmu..
08.30, 3.5.10, pagi untuk mereka di sana, sajakku do’aku..

HTR Untuk Indonesia

Sebuah karya tulis yang baik, adalah karya tulis yang mampu mencerahkan pembacanya, menjadikan pembaca tergugah, membawa pembaca dengan isi karyanya pada kehidupan yang lebih baik dari sebelumnya. Jika memang ini yang menjadi ukuran baiknya sebuah karya tulis. Maka tidak bisa di ragukan lagi karya Helvy Tiana Rosa termasuk dalam hitungan itu.
Penulis produktif yang telah menerbitkan 40 karya yang hampir semuanya menjadi karya-karya terbaik di nusantara bahkan dunia. Karya-karyanya telah diterjemahkan dalam beberapa bahasa termasuk bahasa Inggris, Arab, Jepang, Swedia, Jerman, dan Prancis. Dan dalam waktu yang dekat baru-baru ini namanya termasuk dalam 500 Tokoh Muslim Paling Berpengaruh Di Dunia (di tahun 2009).
Sebenarnya hal itu bukanlah hal yang mengejutkan, karena di Indonesia karya-karyanya telah terbukti menjadi inspirasi bagi banyak orang. Karyanya Ketika Mas Gagah Pergi membuktikannya, dari kisah seorang perempuan yang awalnya tidak memahami Islam dengan baik, karena perantara kakaknya yang telah dulu mendapatkan pemahaman Islam dengan baik. Meskipun awalnya kakaknya harus mendapatkan tatapan sinis kebencian, bahkan kebaikan islamnya harus menjadikannya bukan seorang kakak bagi adiknya. Namun ternyata dari ketabahan dan kakaknya itu menjadi hidayah nantinya bagi adiknya, sehingga menjadi muslimah yang baik yang menutup auratnya dan memakai hijab.
Dari kisah ini, banyak pembaca yang awalnya tidak memahami Islam kemudian
memahami Islam dengan baik, terinspirasi, tergugah, akhirnya merubah kebiasaannya untuk menjadi muslimah yang baik, memakai hijab seperti tokoh rekaan dalam karya Bunda Helvy – sapaan akrab Helvy Tiana Rosa-.
Saya sendiri pun terinspirasi untuk menjadi muslim yang lebih baik dari sebelumnya, seperti tokoh Mas Gagah yang hijrah dari kejahiliaan menjadi muslim kaffah. Tak beda dengan karyanya cerpen “Ketika Mas Gagah Pergi”, karyanya yang berbentuk novel “Akira Muslim Watashiwa”, kisah seorang mahasiswa jepang bernama Akira, yang kuliah di UI (Universitas Indonesia) di fakultas bahasa untuk memperdalam bahasa Indonesia. Kemudian masuk Islam, dan ketika kembali ke negara asal”Jepang”, harus bertahan dalam keislamannya meskipun cemoohan dan intimidasi dari tetangga bahkan kalangan keluarga dan kerabatnya yang awalnya bersahaja dengannya pun berlaku tidak fair padanya. Namun dia terus mempertahankan keislamannya sampai terusir dari rumah dan pada endingnya ternyata sang kakak yang awalnya tidak ingin memiliki dan memahami agama, akhirnya tertarik dan masuk Islam karena melihat dari kegigihan Akira dalam mempertahankan keyakinannya. Sungguh menyentuh, saya pun harus merinding, bagaimana jika hal itu terjadi pada saya? Maka mulai saat ini saya mempersiapkan semua, bekal dan bekal untuk mepertahankan agama, dalam jasad dan ruh ini agar terus bernafaskan Islam, hingga akhirnya.
Dari karya-karya lainnya di kumpulan cerpen “Bukavu” terlihat Bunda Helvy adalah manusia yang memiliki banyak pengetahuan serta wawasan yang terjadi di belahan dunia, khususnya yang sangat menjadi perhatiannya keadaan dunia Islam dari Sabang sampai Merauke, dari belahan kutub utara sampai kutub selatan.
Dari GAM, Aceh dan tsunaminya. Dari isu ras dan agama di ambon. Kasus ras Madura dan Kalimantan di Sampit. Pembantaian muslim di Bosnia. Pembantaian muslim di Palestina. Semua tergambar dalam kisah –kisah karyanya dalam kumpulan cerpen “Bukavu”. Semua itu menunjukkan bahwasanya beliau sangat perhatian terhadap keadaan dunia terutama keadaan muslim di dunia tak terkecuali yang terjadi di negerinya Indonesia.
Begitu menyentuh hati pembaca, membuat hati-hati terkoyak bergetar untuk berhenti memejamkan mata terhadap yang terjadi di dunia, khususnya dunia Islam. Agar senantiasa mengingat, belasungkawa, dan melantunkan do’a bagi belahan negeri di dunia yang dalam keadaan perang yang mengerikan. Sungguh, walau hanya dengan karya fiksi namun sungguh memberikan arti.
Bunda Helvy adalah sastrawan yang mampu menuangkan ide-idenya menjadi karya-karya yang universal. Bagaimanapun memang yang di jadikan patokan utama dalam setiap karya-karya beliau adalah Islam, tetapi pembaca nonmuslim pun tak enggan untuk membaca karya-karyanya dan itu pun mereka merasakan pencerahan itu, sehingga tak heran jika penghargaan demi penghargaan beliau raih. Semua karena sifat universal yang beliau tuangkan dalam setiap karya-karyanya.
Maka memang tidak dapat di pungkiri bahwasanya karya-karya beliau dapat membangun sebuah peradaban yang besar. Karya yang memang berdasarkan hati yang bersih halus, mampu menggatarkan hati pembaca, membawanya ke alam bawah sadarnya, dan membentuk karakter yang halus dan baik pula. Karena itu orang banyak yang tersentuh atau terinspirasi. Dari situ membangun generasi bangsa yang baik, dari nilai-nilai sastra yang baik. Sehingga hingga sampai saat ini keinginan untuk bertemu langsung beliau sangat menggebu, ingin berinteraksi tanya jawab tentang dunia kepenulisan, langsung belajar dari sastarawan senior, sungguh hebat. Semoga Allah memperkenankan saya untuk bertemu dengan orang yang banyak menginspirasi banyak orang termasuk saya sendiri, amin. Salut untuk Bunda Helvy Tiana Rosa. Hadiah Tuhan untuk Indonesia.

siang itu di kantor KMI Pondok Pesantren Al-Ishlah, desa Reformasiku..

Kisah Romantika Abad Ini (sebuah review)

Judul : Galaksi Kinanthi
Penulis : Tasaro GK
Penerbit : Salamadani
Tahun Terbit : 2009
Jumlah Halaman : 438

“Sama denganmu ,bagiku Galaksi Cinta tidak akan pernah tiada. Ketika malam tak terlalu purnama, lalu kausaksikan bintang-bintang membentuk rasi menurut keinginan-Nya, cari aku di Galaksi Cinta. Aku tetap akan ada di sana. Tersenyumlah …Allah mencintaimu lebih dari yang kamu perlu.”

Berikut adalah cuplikan perkataan tokoh dalam novel galaksi kinanthi. Sebuah novel yang menceritakan Kinanthi, seorang anak miskin di sebuah desa dekat Gunung Kidul. Tak hanya itu dia harus menerima kenyataan, hidup di benci dan dipandang sebalah mata oleh orang lain, tentu dia menderita karena itu. Banyak hal yang menyebabkan dia harus di benci orang dan hidup menderita . Berawal dari ibunya yang dianggap baulawean ( setiap lelaki yang menikahinya pasti meninggal), kakaknya brandal di pasar, mbanya seorang lonthe, ditambah lagi bapaknya seorang tukang judi, lengkap sudah penderitaannya.
Namun walaupun begitu, ada juga yang masih memperhatikannya, mau berteman dengannya, menjaganya sekaligus tempat berbagi keluh kesahnya. Dialah Ajuj seorang anak rois (pemuka agama di desa). Hampir setiap malam, mereka memandangi bintang – bintang yang bertaburan di langit. Dan perkataan yang mengawali tulisan inilah kata-kata Ajuj, yang selalu diingat oleh Kinanthi.
Namun kebersamaan mereka hanya pada pada waktu kecil itu saja. Karena orang tua Kinanthi nekat menjual Kinanthi, di tukar dengan 50 kilogram beras kepada seorang pengusaha sukses di Bandung. Kinanthi harus rela tak bertemu Ajuj, begitupun Ajuj harus merintih pilu ditinggal pergi Kinanthi.
Di Bandung, Kinanthi merasakan kenyamanan hidup, tak seperti di desa yang serba sulit. Meski begitu ia masih merasa kesepian karena tak ada teman yang berteman dengannya, hanya ada satu yaitu Euis anak seorang pedagang di pasar. Akan tetapi persahabatan itu tak lama karena Kinanthi harus rela kehilangannya, Euis meninggal karena korban kekerasan kriminalitas diatas angkot saat dia pulang dari pasar, membantu ibu bapaknya. Kembali kesepian melanda Kinanthi namun tak berapa lama kakak kelasnya Gesit mendekatinya, akhirnya mereka berdua menjadi sahabat. Tetapi semua itu hanya akal-akalan Gesit, agar bisa merayu untuk berbuat hal tak senonoh. Tetapi perbuatan jahat Gesit itu dapat diatasinya, pemerkosaan itu gagal. Namun tak behenti disitu, kemudian Kinanthi dijual kepada calo TKI illegal. Akhirnya melanglang buanalah penderitaan Kinanthi, dari Arab Saudi, Kuwait, dan berhenti di Amerika. Berbagai macam penganiyaan dari majikannya, dipukul, ditendang, dipukul memakai pemukul baseball, hingga di perkosa. Akhirnya di Amerika dia bebas dan menjadi penulis sukses disana.
Namun kesuksesan itu belum menjadi kepuasan jika dia tak bertemu Ajuj, akhirnya dia pulang ke Indonesia. Tujuannya satu, untuk bertemu Ajuj. Namun pertemuan mereka hanya menjadi pertemuan beda dunia, yang saling canggung. Kinanthi telah sukses dan menjadi orang besar sedangkan Ajuj adalah rakyat biasa yang tak mau menjadi Rois pengganti ayahnya.
Begitulah isi singkat dari Novel Tasaro yang diangkat dari kisah nyata ini. Novel yang sangat apik, novel yang dia kelola dengan seluruh kemampuannya. Novel berisi nilai religiutas, sosial, namun mampu membuat haru biru karena begitu romantis. Jadi tak salah jika novel ini mendapatkan penghargaan sebagai karya fiksi terbaik saat Munas 2 FLP di Solo. Tak hanya itu, novel ini pasti akan terus melejit, dan mendapatkan award selanjutnya. Karena begitu mempesona isinya.
Saya juga berharap ini karya Indonesia yang akan mendunia, layaknya roman Romeo and Juliet, atau Laila Majnun. Karena, novel ini berlatarkan kisah romantika abad ini. Saya yakin Novel ini akan laris di pasaran. Tak hanya itu, sebagaimana harapan saya, hingga mendunia.