Sebuah Energi Dahsyat Yang Takkan Punah

Sepertinya sangat tak asing bagi kita, roman klasik “Romeo dan Juliet. Sebuah roman karya William Shakeaspeare, yang dianggap oleh sebagian orang terlaris sepanjang masa.Dan karena menulis roman inilah, penulisnya –William Shakeaspere- dipilih oleh Micheal Hart sebagi salah satu dari seratus orang berpengaruh di dunia.

Roman Romeo dan Juliet, adalah sebuah roman yang menceritakan sepasang kekasih –Romeo dan Juliet- yang saling mencintai. Sampai-sampai, dikarenakan demi cinta, mereka rela mati bersama. Tak ayal pula, roman klasik timur “Laila Majnun”, yang menceritakan cinta mati Laila pada Qays. Ternyata cinta mereka tak direstui, Dikarenakan tak tak direstui hubungan mereka,  dan Qays menjadi gila –majnun- dan bunuh diri, maka Laila pun bunuh diri. Demi cinta mereka rela mati bersama pula.

Mungkin kisah dua roman ini telah menggambarkan bagaimana kekautan cinta. Bagaimana dahsyatnya energi cinta. Walaupun cinta sendiri tak bias didefinisikan. Bahkan kalau cinta didefinisikan, mungkin akan menjadi beribu-ribu definisi yang tak terhitung ada.Yang mungkin, justru itu menjadikan definisi cinta itu semakin tak jelas

–kabur- dari makna sesungguhnya.

Berdasar kisah dua roman diatas, cinta sangat didefinisikan denagn energi material yang bersifat semu belaka. Bahkan sifatnya hanya nafsu sesaat. Bisa dibilang kematian atau bunuh diri tokoh dalam roman itu, mati dalam keadaan sia-sia.

Sebagai muslim, seharusnyalah kita mendefinisikan cinta sebagai sebuah energi dahsyat yang dapat menjembantani kita kepada suatu kebaikan. Mencintai Allah. Mencintai teman karena Allah. Mencintai ayah dan ibu karena Allah. Mencintai Istri karena Allah.

Dengan begitu, dikarenakan kita mencintai segala sesuatu karena Allah-kita mencintai Allah- Allah pun akan mencintai kita. Maka kebaikan akan kita dapat. Dan syurga adalah balasan dari Allah untuk kita yang tiada bandingnya. Begitulah cinta yang takkan punah. Cinta yang takkan hilang tergilas masa. Cinta kepada Allah. Cinta haqiqi. Cinta yang abadi. Cinta hingga akhirat nanti. Wallahuwa a’lam bis showab.

03 Juli 2009 Di Desa Reformasi

Saat malam, kurenungi kembali arti cinta sesungguhnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s