Puisi dimuat di Malang Post 22 Mei 2011

KITA ADALAH ORANG YANG KUAT
; suyitno
Engkau mengerti bahwa kau bukan siapa-siapa
Memaknai dalam, merenggas semua ego diri
Engkau pun selalu memahami pepatah ini
“barang siapa yang bersabar, maka ia akan beruntung”

Aku pun disini bukan siapa-siapa
Engkau tahu itu.
Aku hanya ingin mengeja jejak makna
Yang engkau ciptakan sejak puluhan purnama

Selalu saja ada hembusan angin kesejukan
Saat mendengar kisahkisah seharimu
Merengkuh cinta sepanjang hari
Menemani berikrar sampai mati

Ruang sadar kini mengelayuti akal pikiran
Dan tak terpungkiri akan kukatakan,
“bahwa kau adalah mimpi pagi
yang tersadar ketika petang hari”

Sekian melenggang waktu
Kemudian kukatakan tepat di depan gendang telingamu,
“kita adalah pemimpi, yang selalu kuat menantang hari”

Karena kita adalah para pejalan,
Menjalani ritme kehidupan
Pahit, manis atau asam
maka ku katakan,
“kita adalah orang yang kuat”

00.11, 17.Shafar.1432, Rumah Taqwa, Malang.

ANTARA KEHIDUPAN
; kumalasari
Kami tahu kau adalah permata
Berkilauan terang cahaya memancar dari setiap sisinya
Menerangi teras depan, ruang tamu, kamar-kamar, dapur
Terus menyeluruh hingga penghujung rumah
Utara ke selatan dan timur ke barat, semua.

Kami tahu kau adalah mutiara
Yang tak lahir dalam lautan
Namun kau adalah anak manusia
Yang benderang cahayanya tak biasa
Seluruh desa merasakannya

Kami tahu kau berada di antara pintu kehidupan
Di sampingmu adalah pintu kematian
Namun kami tahu sudah lama surga merindukanmu
Wanginya sudah terasa dari sisi-sisi tubuhmu
Kami berdo’a selalu, tanpa perlu kau menjadi seorang Kartini.
“Ya, Allah balaslah kebaikan hamba-Mu ini dan ampunilah dosa hidupnya sampai mati”
17. Jumadil Ula.1432, Rumah Taqwa, Malang.

MAWAR TAK BERDURI

; Dyah Inayatul Mardhiana
Kenangan itu panjang
Berawal dan terus berlayar
Sampai pula pada ujungnya
Setelah sekian lama bermula dari cahaya
Sampai dengan senyuman cita
Yang terus bertengger di atas pusara
Semoga kelak kau petik mawar tak berduri
Memekar setelah benih putih itu tertanam dan kau jaga
Menjelmakanmu semakin indah nan harum sepanjang masa
Di sisi-Nya, hingga kita reuni di alam penuh cinta, syurga-Nya
22.05.2011, di Rumah Taqwa Malang

Lagu Opick Inspirasiku “Pemenang Audisi Penulis Buku”

Lirik-Lirik Inspirasional

Kehidupan, sarat dengan namanya ujian. Hampir, semua dalam hidup ini selalu ada ujiannya. Sekolah, Kuliah, melamar kerja bahkan melamar seseorang untuk dijadikan istri pun tak luput dari ujian. Dari yang terkecil sampai yang terbesar, dari yang tak terfikirkan sampai yang membuat stress bukan kepalang. Tapi, dari semua itu ada beribu hikmah yang semestinya dipetik yang diuji dan juga orang lain yang tak terkena ujian. Karena ada beberapa alasan kenapa mesti ada ujian dalam hidup ini.

Pertama, dalam Al-Qur’an disebutkan hidup adalah ujian untuk mengetahui siapa saja di antara manusia yang baik amalannya. Kedua, dalam Al-Qur’an disebutkan ujian itu selalu ada untuk manusia, karena ada larangan manusia tak boleh menganggap telah beriman jikalau belum mendapatkan ujian. Ketiga, dalam Al-Qur’an disebutkan setiap manusia diberi ujian sesuai dengan kemampuan masing-masing manusia tersebut, dalam artian tak ada ujian yang diturunkan kalau bukan karena memang dia mampu untuk menyelesaikan ujian tersebut.

Selalu ada wasilah atau sarana yang mampu membuat kita mampu menyelesaikan ujian-ujian yang ada bagi kita, salah satunya dengan mendengarkan Al-Qur’an dan lagu-lagu yang menggugah hidup untuk selalu baik dan kembali pada Yang Maha Kuasa. Begitupun Opick, salah satu munsyid (penyanyi nasyid Indonesia) yang popular dengan lagu-lagunya itu.

Siapa sangka, kalau sebenarnya awalnya opick adalah penyanyi aliran rock. Kemudian dengan bergulirnya waktu, proses demi proses perubahan akhirnya menjadikannya merubah hidupnya untuk menyanyi lagu-lagu islami, tak sekedar memberi hiburan bagi yang mendengarkan tapi juga memberi makna-makna yang baik serta mencerahkan dalam kehidupan pendengar. Semua itu berproses dari hidupnya, yang kemudian dia banyak membaca buku-buku islami yang membuat dia terinspirasi menggubah lagu-lagu islami yang juga menginspirasi banyak orang, tak hanya orang islam namun orang non muslim pun juga.

Leutika Publisher sebagai penerbit yang punya tagline “Bukan Penerbit Buku Biasa” tak mau menyiakan kesempatan penuh inspirasi ini. Dengan mengadakan sebuah event audisi penulis buku lagu Opick inspirasiku, yang akhirnya terseleksi 30 penulis dengan kisah-kisah nyata mereka yang terinspirasi oleh lagu-lagu Opick.

Ada kisah tentang TKW Hongkong yang terjebak menjadi seorang lesbian, yang akhirnya menemukan kodratnya meskipun awal-awalnya hidupnya tak tenang karena selalu diteror oleh pasangan lesbiannya itu, namun dia terus berusaha untuk kembali pada fithrahnya, menjadi wanita muslimah yang berpakaian sesuai syari’at dan juga bercadar. Dia selalu menenangkan dirinya dengan mendengarkan Al-Qur’an dan lagu-lagu Opick yang Astaghfirullah dan Tombo Ati. Dari lagu itu akhirnya dia mendapatkan ketenangan menuju jalan-Nya, dalam kisah Pedih Pembawa Nikmat karya Bayu Insani. Ada pula kisah Joko Susanto yang berjudul Segenggam Cahaya, merupakan non muslim yang akhirnya mendapatkan hidayah dengan sarana dari lagu-lagu Opick, walaupun awalnya dia masih takut-takut mendengarkan lagu-lagu islami. Kemudian karena keinginan tahuan yang sangat, akhirnya sembunyi-sembunyi dia menyetel lagu-lagu Opick, karena memang mendengarkan lagu-lagu selain lagu agamanya serasa haram. Akhirnya, dari lagu-lagu Opick itulah dia mendapatkan hidayah untuk mengenal Islam, yang kemudian terus membawanya pada segenggam cahaya. Dalam kisah lain yang berjudul Bila Waktu Telah Berakhir karya Lonyenk, diceritakan Lonyenk yang terlena dengan dunia akhirnya kembali taubat dengan mendengar lagu Opick yang berjudul Bila Waktu Telah Berakhir. Yang biasanya lagu-lagu yang dia dengarkan sehari-hari adalah lagu rap namun berubah dengan lagu-lagu islami, terkhusus lagu itu. Singkat cerita akhirnya, Lonyenk berubah hidupnya kembali ke jalan yang benar.

Dalam buku ini masih ada banyak kisah-kisah menggugah lainnya. Karena memang hidayah tak tahu kapan datangnya, kapan dimulainya. Semua yang baik bisa menjadi sarana untuk mendapatkan hidayah, termasuk lagu-lagu Opick. Banyak orang-orang terinspirasi untuk kebaikan, setelah mendengarkannya. Dalam buku ini ada 30 kisah yang menggugah terinspirasi dari lagu-lagu Opick, apakah anda juga termasuk orang yang terinspirasi? Ataukah belum dan ingin mendapatkan inspirasi, bacalah buku ini, dijamin memuaskan hati dan tercerahkan.

Siang hari penuh inspirasi, 21.Mei.2011, di Rumah Taqwa Malang.