The Gate of Heaven

Kemenangan Para Pencari Syurga

Palestina dan cerita-ceritanya sepertinya tak akan habis untuk dibicarakan. Begitu pula tak akan bosan untuk dituliskan. Baik dalam buku-buku fiksi (novel, cerpen, puisi) ataupun nonfiksi. Baik penulis luar negeri dan Indonesia, tak pandang itu muslim ataupun nonmuslim juga menuliskan tentang Palestina.

Saat ini Palestina tak hanya menjadi perhatian dunia Arab dan Islam saja, tapi seluruh dunia juga merhatikan sebagai negeri yang tak lagi ada HAM di dalamnya. Karena, di sana begitu mudahnya orang dibunuh, wanita diperkosa, anak-anak disiksa oleh prajurit-prajurit Israel. Perhatian itu terbukti dengan adanya, kapal Mavi Marmara Freedom Frotilla yang membawa banyak relawan dunia yang tak hanya muslim saja menuju Gaza, namun akhirnya usaha itu gagal karena prajurit Israel menghadang mereka setelah sampai di perairan yang sedikit lagi akan sampai ke Palestina tepatnya Gaza. Pada kejadian itu, beberapa relawan mati, banyak yang terluka, dan ditangkap oleh prajurit Israel. Setelah kejadian itu protes datang dari segala penjuru, pada satu negeri yaitu Israel.

Tulisan ini sebenarnya bukanlah membahas tentang kejadian Mavi Marmara tahun lalu, tapi tentang sebuah buku tepatnya Novel berlatar Palestina karya saudara saya R.h. Fitriadi, sebelumnya saya mohon maaf Mas Rahmat saya baru bisa meresensi buku ini sekarang. Karena sebenarnya buku ini setahun lalu, sungguh terlambat mungkin saya meresensinya saat ini. Namun tak apalah, niat saya mau berbagi, semoga akan bermanfaat bagi teman-teman semua. Karena saya akan melanjutkan resensi ini dengan buku kedua beliau yang masih sekuel dari The Gate of Heaven. Kurang lengkap rasanya meresensi jika tidak dari buku pertama.

Novel ini diawali dengan sebuah kisah para prajurit Hamas yang menjaga beberapa wanita Palestina dan bayinya yang dibawa ke tempat rahasia, melewati lorong bawah tanah. Lalu dilanjutkan dengan persiapan Hamas untuk menyerang Israel yang dipimpin oleh Abu Sulaiman Al-Hurr, untuk memulai Cash Lead II yang akan melancarkan serangan ke beberapa titik penting Israel memakai 200 roket Al-Qossam III, roket varian baru untuk daya jelajah menengah yang hampir sama dengan roket menengah-jauh milik Israel jenis David’s Sling dan Patriot Missile.

Penyerangan itu dimulai saat shubuh, yang akhirnya membuat wilayah Israel seakan tak ada ketenangan lagi seperti dulu. Sejak itu, ketakutan dan kekhawatiran melanda rakyat Israel. Karena penyerangan dilancarkan menuju fasilitas reaktor nuklir (Negev Nuclear Research Center) di kota Dimona, fasilitas militer udara Haifa Airbase, Ramad David Airbase dan Ramon Airbase, bandara International Ben-Gurion dan Eilat Uvda, fasilitas public di Tel Aviv pelabuhan Jaffa, menghancurkan monument pendirian Tel Aviv, dan yang paling dirugikan adalah Azrieli Center Tringular Tower di pusat Tel Aviv. Karena di dalamnya ada perusahaan telekomunikasi terbesar Israel yaitu Bezeq Company. Sejak itu kota Tel Aviv serasa bukan menjadi kota paling tenang dari serangan teror, hal ini membuat masyarakat takut bukan kepalang.

Setelah itu, Presiden Shimon Peres mengadakan rapat mendadak untuk membahas penyerangan Hamas terhadap mereka. Yang akhirnya memutuskan dalam konferensi pers Presiden, mereka akan menyerang balik ke wilayah Gaza, tapi setelah beberapa hari masa berkabung yang sebenarnya itu hanya alasan guna memulihkan mental prajurit untuk perang dan persiapan yang lebih matang.

Ketika penyerangan akan dimulai sehari lagi sudah dilakukan evakuasi rakyat Palestina Gaza ke negeri tetangga Mesir, melalui gerbang Rafah. Cerita kemudian diteruskan dengan adanya sepasang suami istri dokter yang juga mengungsi ke Mesir bernama Fatah dan Nafisa. Sepasang dokter ini turut mengungsi karena sang Istri Nafisa sedang hamil tua, oleh karenanya Fatah membawanya ke Mesir untuk dititipkan kepada pamannya, Ibrahim. Jikalau tak hamil tak mungkin mereka akan ikut mengungsi, karena mereka juga sangat dibutuhkan di rumah sakit di Gaza. Hal ini terpaksa dilakukan untuk menyelamatkan Nafisa dan bayinya, dan setelah itu Fatah kembali ke Gaza untuk melanjutkan perjuangannya.

Ada tokoh lain yang berasal dari Aceh Indonesia, seorang relawan bernama Ananda Meutia. Dia mengerahkan kemampuannya saat beberapa menit sebelum penyerangan dan gerbang Rafah sudah di tutup. Padahal masih banyak tersisa rakyat Gaza di sana yang belum terevakuasi, hal itu karena memang evakuasi yang dilakukan untuk satu orang saja cukup lama. Akhirnya dia melakukan protes yang disiarkan ke seluruh televisi di Mesir, singkatnya akibat protes Ananda Meutia itu lahirlah gelombang demo dari masyarakat Mesir yang tergugah dari ucapan dan kata-kata dari Ananda Meutia. Demo dilakukan menuju gerbang Rafah dan gedung Presiden. Yang hal itu mengakibatkan adanya rapat mendadak kalangan pemerintah Mesir yang dipimpin langsung oleh Presiden Husni Mubarok, dan turut diundang juga Rektor Universitas Al-Azhar Syaikh Tanthawi. Rapat mendadak itu terjadi cukup serius dengan beberapa opsi yang disarankan oleh kalangan atas dan akhirnya memutuskan untuk membuka kembali gerbang Rafah dan proses pengevakuasian dilakukan di Mesir dibantu oleh Mahasiswa Al-Azhar.

Di daerah lain terjadi pertempuran antara anggota Shin-Bet (mata-mata Israel terhadap Hamas dari rakyat Palestina), karena mereka dianggap sudah tak berguna. Yang akhirnya seluruh anggota Shin-Bet kembali ke kota Gaza dan menjadi tawanan Hamas. Dan setelah itu mereka menjadi berubah 180 derajat, yaitu menjadi pembela Hamas dan Palestina, dan turut berjuang bersama Hamas.

Di tempat lain di Asia Tenggara, para ilmuan TI sibuk dengan pekerjaan mereka. Yaitu berusaha membantu Hamas dengan apa yang mereka bisa. Yang nantinya mereka mampu membuka proteksi satelit milik Amerika untuk mereka gunakan merekam kejadian-kejadian di Gaza.

Ketika pertempuran dimulai, tak imbanglah dari segi prajurit dan senjata. Tentu Israel lebih unggul dari pejuang Palestina Hamas. Namun apa yang terjadi, hal itu tak menjadi ajang kekalahan bagi Hamas, tapi Hamas menang dalam pertempuran itu. Dua ratusan lebih pesawat canggih Israel hancur di langit Gaza, banyaknya pasukan yang mati dan ditawan oleh Hamas, dan yang paling mengerikan lagi yaitu tank-tank lapis baja Israel Merkava disabotase oleh mantan agen Shin-Bet yang kini berbalik arah membela Hamas dan menjadikan alat itu untuk menyerang tempat persiapan dan markas Israel di wilayah Erez. Sungguh senjata makan tuan yang itu sangat menghancurkan mereka. Dan berakhir dengan kisah syahid para agen Shin-Bet yang kini menjadi pejuang melawan Israel.

Sungguh saya sangat kagum, dengan karya mas Rahmat ini. Ceritanya begitu memukau dan membuat pembaca tak tahan untuk meneruskan bacaannya ke halaman berikutnya. Ya, penasaran, itu yang dibuat oleh mas Rahmat untuk pembacanya. Gaya bercerita yang lugas, juga seluruh setting latar dalam novel ini begitu detail dan semakin membuat hidup cerita di dalamnya.

Sekali lagi saya sangat kagum, terhadap karya ini. Karena sungguh tak mudah membuat sebuah novel dengan begitu banyak data-data, apalagi yang paling sangat saya fikirkan bagaimana mendapat data-data yang banyak dan begitu detail itu, dari nama tempat-tempat asing, senjata-senjata, dan banyak lainnya. Sungguh saya sangat mengapresiasi karya ini. Dan senantiasa saya berdo’a semoga karya ini mampu membangkitkan semangat juang pemuda dalam ummat ini, dan menjadikan penulisnya mendapatkan rahmat dari Allah SWT, amin. Teman-teman yang belum baca atau belum punya silahkan segera pesan di penerbit Pro-U Media atau cari di took buku terdekat, Insya Allah ada berikut juga dengan sekuelnya. Selamat membaca, karya ini benar-benar akan menggugah hidup anda, insya Allah.

Penerbit : Semesta Pro-U Media
Tahun Terbit : 2010
Jumlah Halaman : 480 hal

08.38, 28 Rajab 2011, Di Rumah Taqwa, Malang.

Menatap Punggung Muhammad

Ketika Non-Muslim Bermimpi Muhammad

Sebagai seorang muslim, tak dapat di sangsikan banyak di antara kita yang menginginkan bermimpi bertemu Muhammad, Rasul terakhir yang diutus untuk ummat sedunia. Karena, banyak anggapan dengan bertemu Muhammad maka kehidupan dan akhiratnya sudah terjamin dengan kebaikan.

Karena Apa? Karena dalam suatu hadits, dikatakan bahwasanya tak ada yang bisa menyerupai Muhammad dalam mimpi, termasuk syaitan atau iblis. Jika seseorang bertemu dengan Muhammad dalam mimpi, maka dari hadits tersebut dapat dikatakan bahwasanya itu benar-benar Muhammad dalam mimpinya.

Pertanyaannya, bagaimana jika yang bertemu Muhammad dalam mimpi itu adalah orang non muslim? Mengapa bukan orang-orang muslim yang memang sangat menginginkan bertemu Muhammad dalam mimpinya? Yang bahkan sebagian orang itu melakukan ritual-ritual yang berlebihan karena rasa keinginan yang sangat dalam mimpinya. Dan apakah itu benar-benar Muhammad yang mendatanginya dalam mimpi?

Ini adalah kisah dalam novel terbaru Fahd Djibran yang berjudul Menatap Punggung Muhammad, setelah best sellernya novel berjudul Rahim. Kisah di dalamnya tokoh Aku adalah lelaki non muslim yang mengirim surat setebal seratus halaman pada pacar yang di tinggalkannya, Azalea namanya.

Dia bercerita kenapa dia meninggalkan pacarnya itu. Alasan kuat apakah yang menyebabkan dia harus pergi meninggalkannya tanpa salam dan kabar selama beberapa bulan itu. Dalam suratnya dia bercerita bahwasanya dia sedang menjalani masa-masa mencari Muhammad.

Pencariannya terhadap Muhammad itu adalah efek dari, mimpinya yang bertemu dengan Muhammad saat malam yang sebelum tidur dia dan Azalea telah melakukan hal yang melanggar norma-norma agamanya apalagi dalam islam, zina atas nama cinta. Sebuah keanehan yang sangat ia rasakan, anehnya bahkan hal itu terjadi saat tidur setelah melakukan maksiat.

Dalam mimpinya itu, Rasulullah hadir dan menghampiri dirinya kemudian bertanya padanya, Apakah yang lebih besar daripada iman? Jawab dia, aku tak tahu. Kemudian Muhammad bertanya persis dengan pertanyaan pertama dan dia menjawab dengan jawaban yang sama pula. Kemudian, Muhammad memberinya minum seolah tahu tenggorokannya tercekat sejak tadi dan setelah itu Muhammad berkata, kebaikan yang biasa aku sebut ihsan, itu yang melebihi iman. Kemudian Muhammad pergi dan menjauh darinya. Terus menjauh dan dia merasakan ada kedamaian yang hilang darinya, dia merasakan ada kebaikan saat tadi bertemu Muhammad.

Dari mimpi itulah yang membuat dia harus mencari kebenaran atau mencari Muhammad. Padahal dia telah mencoba untuk menghilangkan mimpi itu dalam pikirannya, namun semakin dia mencoba menghilangkan mimpi itu dalam pikirannya, nyatanya dia semakin memikirkan mimpinya itu. Walhasil, dia harus meninggalkan rumah, keluarga dan juga pacarnya, yang kemudian beberapa bulan setelah itu dia mengirim surat seratus halaman itu pada kekasihnya, Azalea. Dari suratnya itu, tokoh Aku bercerita tentang perjalan pencariannya itu. Saat bertemu kembali dengan paman yang lama tak bertemu disebabkan pamannya menjadi muallaf yang tak diterima dalam keluarganya.

Dari pamannya itu kemudian dia share atas apa yang terjadi padanya. Pamannya pun memberi jawaban-jawaban yang bijak dan menambah banyak pengetahuan padanya. Konon, pamannya masuk islam sama persis karena apa yang terjadi pada dia, sehingga sampai saat ini pamannya ada dalam lingkungan pesantren dan mengajar di sebuah universitas islam swasta. Dia banyak Tanya tentang mimpi dan Muhammad.

Tak hanya itu, dia juga akhirnya bertemu dengan seorang muslim di sebuah perpustakaan, yang akhirnya bisa menjadi teman share dan diskusi dengannya, masih dengan perihal yang sama, tentang mimpi dan Muhammad. Dari orang itu pula akhirnya dia mendapatkan banyak masukkan dan ilmu. Dia semakin tertarik membaca buku-buku tentang mimpi dan Muhammad. Semua literature barat dan timur tentang Muhammad dia baca dan itupun dia ceritakan pada kekasihnya.

Novel ini banyak memberikan pandangan dan pemaknaan dalam ber-islam yang mungkin belum kita ketahui, salah satunya dalam surat tokoh Aku bercerita tentang apa yang telah diskusikan pamannya. Yaitu, dalam perkataan sufi mengatakan bahwasanya kita bisa menjadikan sifat-sifat keMuhammadan dalam diri kita dengan dua syarat. Pertama, Kita harus menjadi Abdul Muthalib, yaitu hamba yang terus berubah dan terus menerus mencari kebenaran. Hal itu harus karena islam menolak berislam karena kebiasaan, bisa kita kaitkan dengan banyak dari kita berislam karena orang tua kita islam maka kita pun islam namun hanya sampai di situ saja tanpa mau menambah dan mencari bagaimana islam dan ajarannya itu sendiri.
Kedua dan terakhir adalah Abdullah, melalui proses pencarian itu kita pun belajar menjadi pelayan, pelayan yang baik pada Tuhannya. Bagaimana pelayan yang baik itu? Yaitu, ketika dia menjalankan perintah dan menjauhi larangan majikan-Tuhan-nya, serta menunjukkan sikap-sikap yang sesuai dengan sikap majikannya itu. Maka, jika pelayan kita Tuhan, adalah kebaikan yang seharusnya menjadi sikap dan akhlak kita.

Jadi, setelah itu -Muhammad- sifat yang terpuji ada dalam diri kita, karena pelayan yang baik adalah yang menampilkan sifat-sifat majikannya. Menampilkan sifat-sifat Allah, asma’ul husna. Jika kita telah menampilkan sifat itu, kita bisa menjadikan sifat kemuhammadan dalam diri kita. Itulah mungkin, kenapa harus ada Abdul Muthalib (Kakek Nabi), Abdullah (Bapak Nabi), kemudian baru ada Muhammad.

Nah, buku ini sangat cocok untuk siapapun, muslim ataupun non muslim. Seperti kata Prof. Dr. Komaruddin Hidayat dalam endormenstnya untuk buku ini, “Novel ini mengajak kita merenung, menyibak tirai pikiran dan emosi negatif yang menutupi sumber cahaya Illahi, baik yang ada dalam diri maupun di alam semesta.” Kita akan menemukan kebaikan dan makna di dalamnya, tanpa harus mempertanyakan surat itu asli atau hanya karangan Fahd Djibran saja, seperti kata dia yang menjadi tagline buku ini, “Apapun agamamu, kebaikan tak mungkin kau tolak!” Selamat membaca kebaikan.

Facebook dan Personal Branding Penulis Pemula

Komunikasi sudah merupakan bagian kekal dari kehidupan manusia seperti halnya bernafas, sepanjang manusia ingin hidup ia perlu berkomunikasi, begitu menurut Dr. Everett Kleinjan dari EastWest Center Hawai. Sedangkan, menurut Profesor Wilbur Schramm mengatakan bahwasanya komunikasi dan masyarakat adalah dua kata kembar yang tidak dapat dipisahkan satu sama lainnya.

Itulah komunikasi, manusia yang memang terlahir sebagai makhluk sosial, makhluk yang saling membutuhkan antara satu dan yang lainnya, maka komunikasi adalah cara berhubungan antara manusia satu dengan yang lainnya. Oleh karenanya mengapa para pakar, menyebutkan sebegitu pentingnya komunikasi dalam hidup manusia.

Perjalanan komunikasi seiringan dengan terus berkembangnya tekhnologi di dunia ini. Semakin berkembangnya tekhnologi di dunia ini maka akan terus berkembang pula komunikasi di dunia. Dari awalnya, retorika, kemudian tulisan di batu, cetak, audio visual dan saat ini era internet yang kembali memperlebar ruang gerak komunikasi di dunia ini.
Saat ini jika kita bicara tentang dunia internet, maka sering tertuju pada jejaring sosial. Dan yang paling pertama kali kita, sebutkan pasti Facebook. Kenapa? Oh, kenapa jadi pertanyaaan? Ya, karena memang facebook konon adalah jejaring sosial yang paling diminati di Indonesia. Dari anak kecil sampai yang sudah tua pun tak mau kalah untuk memiliki akun facebook, pedagang, murid guru, mahasiswa dan dosennya pun juga punya.

Awalnya facebook bukan menjadi trend seperti ini. Facebook didirikan oleh Mark Zuckerberg, pada tahun 2004. Kemudian masuk ke Indonesia dan pada sekitar tahun 2009 facebook merebak dan menjadi trend di Indonesia meninggalkan pendahulunya yaitu Friendster yang menjadi trend terlebih dahulu dikalangan anak muda. Sebelum merebaknya facebook menjadi jejaring sosial paling ngetrend di Indonesia, awalnya sempat menjadi isu yang sangat hangat di Indonesia karena MUI akan mengharamkana facebook. Dengan alas an-alasan yang masuk akal, yaitu menjadi ajang cari jodoh yang gak jelas, tempat perjudian dengan fasilitas game yang ada, dan mungkin yang lebih parah lagi sebagai tempat komunikasi untuk berbuat zina sebelum pertemuan dengan PSK. Dari penyebab-peyebab itu maka para Ulama akan mengharamkan facebook. Tapi, bagaimana dalam realitanya?

Ternyata facebook menjadi isu paling hangat saat itu, dan menjadi banyak omongon orang pada saat itu yang kemudian membuat orang-orang yang tidak tahu facebook menjadi ingin tahu lalu mencoba-mencoba daftar karena gratis, dan akhirnya keranjingan dan menjadi santapan tiap hari seperti makanan yang perlu di konsumsi kita. Tiap hari kalo tidak buka facebook udah bingung bukan kepalang, harus update status, harus ngomntari status orang. Dan inilah jadi trend hidup manusia modern saat ini.

Seperti yang terjadi ketika pengharaman facebook oleh MUI, memang memiliki dua sisi yang berbeda, positif dan negatif. Beberapa yang disebutkan MUI itu memang beberapa sisi negatif dari facebook, kalau sisi positifnya facebook menjadi tempat sharing yang enak, tempat promosi yang tak berbayar, Begitupun facebook juga bisa menjadi humas maya bagi setiap orang. Termasuk penulis, orang-orang yang suka menuangkan pkirannya dalam bentuk tulisan. Facebook di Indonesia saat ini tak hanya menajdi trend untuk gaul, narsis, dan mencari teman saja. Tapi juga sarana untuk terus menghasilkan karya sekaligus promosi di bidang penulisan. Facebook, dalam hal ini secara tidak langsung banya melahirkan penulis dan karya-karya pemula. Karena memang jangkauan facebook cukup besar, jadi hal itu mungkin bisa saja terjadi. Banyak sekali event-event lomba kepenulisan yang boleh diikuti oleh semua penduduk facebook baik bukan penulis atau yang ingin jadi penulis. Yang akhirnya naskah yang terpilih akan diterbitkan. Dari facebook, semakin banyak kesempatan orang untuk menulis, menjadi penulis dan memiliki buku.

Bagi penulis pemula bukanlah hal yang mudah untuk menjadi tenar dan memiliki karya yang best seller. Sebenarnya dari facebook, akan ada banyak kemudahan untuk itu. Dari mana dimulainya? Dari kita menunjukkan personal branding kita di facebook. Ada beberapa yang harus diketahui oleh penulis pemula agar personal brandingnya di facebook sukses, yaitu :

1.Mengetahui karakteristik facebook. Harus mengetahui dan memahami bagaimana cara kerja facebook itu sendiri, bagaimana nge-add orang, buat grup, buat halaman, ngrim pesan via inbox, menulis di catatan, meng-uploud foto, semua itu penting bagi penulis pemula.

2.Komunikatif. Karena dengan itu semuanya akan dimulai, dengan berteman dan meng-add penulis-penulis besar yang memiliki facebook, membuat grup sharing kepenulisan, meng-uploud foto/ cover buku yang sudah diterbitkan, dan juga menulis karya-karyanya di catatan facebook dan meng-tag penulis-penulis besar dan penulis yang masih belajar juga, untuk meminta koreksian, kritik dan saran dari mereka.

3.Percaya diri. Jangan ragu-ragu dan malu chat dan sharing dengan penulis yang sudah punya nama, yang memiliki akun facebook.

4.Menjaring relasi. Facebook yang ruang cukup kompleks, maka itupun menjadi tempat untuk mejaring relasi, khususnya penulis pemula menjaring relasi dengan penerbit-penerbit yang juga aktif di facebook. Hal ini memiliki banyak guna, untuk memudahkan penulis pemula itu nanti jika sudah memiliki naskah buku, tinggal menawarkan kepada penerbit-penerbit yang sudah dia kenali. Selain itu, yang penting juga mungkin toko-toko buku yang ada akun facebooknya, gunanya untuk kerjama menjual buku-buku penulis pemula yang mungkin masih diterbitkan secara indie, jadi pemasarannya harus cukup gencar, salah satunya mencari relasi dengan toko-toko buku. Agar karyanya bisa terjual di took buku dan mungkin saja bisa best seller. Ada banyak buku yang terjual secara indie, tapi menjadi best seller, contohnya buku Ibuku Adalah, kumpulan tulisan tentang ibu yang di awali dengan event kepenulisan lomba menulis tentang ibu pada hari ibu, yang akhirnya buku itu dibukukan dan menjadi best seller bahkan sudah sering dibedah, walaupun buku ini adalah buku antologi yang ditulis oleh penulis pemula.

Diharapkan kepada para penulis pemula, agar terus melakukan langakah-langkah untuk membuat personal brandingnya bagus dan dikenal oleh orang. Mungkin dari kerja kecil itu akan ada perubahan yang menjadi titik awal untuk menjadi penulis besar di masa depan, Insya Allah. Facebook dengan segala fenomenanya, saat ini juga mampu membangkitkan karya-karya sastra Indonesia untuk lebih maju, dalam rangka untuk Indonesia membaca dan menulis ke depan. Facebook, pun turut andil menjadi humas bagi penulis pemula, yang membuat namanya menjadi dikenal orang-orang yang awalnya tak mengenalnya dan mengenal lebih lanjut penulis-penulis besar yang awalnya belum kenal dengannya.

Facebook, memang unik, wajah buku ini memang bisa menjadi energi positif dan negatif bagi siapa saja, tergantung bagaimana kita memanfaatkannya dengan sebaik mungkin. Termasuk penulis pemula, memulai karir menulisnya dari facebook. Semoga tulisan sederhana ini bermanfaat bagi kita semua, terutama untuk bangkitnya Indonesia membaca dan menulis.

Referensi: Gara-Gara Facebook, Afit Husni Karim dkk, Leutika Publisher. 10 Orang Paling Berpengaruh di Dunia Maya, Rony Khabar, Annora Media. Pengantar Ilmu Komunikasi, Hafied Cangara, Rajawali Press. Cultural and Communication Studies, John Fiske, Jalasutra. http://ureport.vivanews.com/news/read/61658-facebook__situs_jejaring_jodoh http://teknologi.vivanews.com/news/read/66573facebook__m
akin_haram__makin_populer http://teknologi.vivanews.com/news/read/67129indonesia_pengguna_facebook_ke_7_terbesar http://www.facebook.com/note.php?note_id=10150175902151793 http://unik.sumbawanews.com/public-relation-social-media/ http://www.virtual.co.id/blog/cyberpr/apa-yang-dibutuhkan-public-relations-di-era-social-media/ http://rismahariati.wordpress.com/2010/10/25/public-relation-social-media/ http://publicrelationsidaananda.blogspot.com/