Facebook dan Personal Branding Penulis Pemula

Komunikasi sudah merupakan bagian kekal dari kehidupan manusia seperti halnya bernafas, sepanjang manusia ingin hidup ia perlu berkomunikasi, begitu menurut Dr. Everett Kleinjan dari EastWest Center Hawai. Sedangkan, menurut Profesor Wilbur Schramm mengatakan bahwasanya komunikasi dan masyarakat adalah dua kata kembar yang tidak dapat dipisahkan satu sama lainnya.

Itulah komunikasi, manusia yang memang terlahir sebagai makhluk sosial, makhluk yang saling membutuhkan antara satu dan yang lainnya, maka komunikasi adalah cara berhubungan antara manusia satu dengan yang lainnya. Oleh karenanya mengapa para pakar, menyebutkan sebegitu pentingnya komunikasi dalam hidup manusia.

Perjalanan komunikasi seiringan dengan terus berkembangnya tekhnologi di dunia ini. Semakin berkembangnya tekhnologi di dunia ini maka akan terus berkembang pula komunikasi di dunia. Dari awalnya, retorika, kemudian tulisan di batu, cetak, audio visual dan saat ini era internet yang kembali memperlebar ruang gerak komunikasi di dunia ini.
Saat ini jika kita bicara tentang dunia internet, maka sering tertuju pada jejaring sosial. Dan yang paling pertama kali kita, sebutkan pasti Facebook. Kenapa? Oh, kenapa jadi pertanyaaan? Ya, karena memang facebook konon adalah jejaring sosial yang paling diminati di Indonesia. Dari anak kecil sampai yang sudah tua pun tak mau kalah untuk memiliki akun facebook, pedagang, murid guru, mahasiswa dan dosennya pun juga punya.

Awalnya facebook bukan menjadi trend seperti ini. Facebook didirikan oleh Mark Zuckerberg, pada tahun 2004. Kemudian masuk ke Indonesia dan pada sekitar tahun 2009 facebook merebak dan menjadi trend di Indonesia meninggalkan pendahulunya yaitu Friendster yang menjadi trend terlebih dahulu dikalangan anak muda. Sebelum merebaknya facebook menjadi jejaring sosial paling ngetrend di Indonesia, awalnya sempat menjadi isu yang sangat hangat di Indonesia karena MUI akan mengharamkana facebook. Dengan alas an-alasan yang masuk akal, yaitu menjadi ajang cari jodoh yang gak jelas, tempat perjudian dengan fasilitas game yang ada, dan mungkin yang lebih parah lagi sebagai tempat komunikasi untuk berbuat zina sebelum pertemuan dengan PSK. Dari penyebab-peyebab itu maka para Ulama akan mengharamkan facebook. Tapi, bagaimana dalam realitanya?

Ternyata facebook menjadi isu paling hangat saat itu, dan menjadi banyak omongon orang pada saat itu yang kemudian membuat orang-orang yang tidak tahu facebook menjadi ingin tahu lalu mencoba-mencoba daftar karena gratis, dan akhirnya keranjingan dan menjadi santapan tiap hari seperti makanan yang perlu di konsumsi kita. Tiap hari kalo tidak buka facebook udah bingung bukan kepalang, harus update status, harus ngomntari status orang. Dan inilah jadi trend hidup manusia modern saat ini.

Seperti yang terjadi ketika pengharaman facebook oleh MUI, memang memiliki dua sisi yang berbeda, positif dan negatif. Beberapa yang disebutkan MUI itu memang beberapa sisi negatif dari facebook, kalau sisi positifnya facebook menjadi tempat sharing yang enak, tempat promosi yang tak berbayar, Begitupun facebook juga bisa menjadi humas maya bagi setiap orang. Termasuk penulis, orang-orang yang suka menuangkan pkirannya dalam bentuk tulisan. Facebook di Indonesia saat ini tak hanya menajdi trend untuk gaul, narsis, dan mencari teman saja. Tapi juga sarana untuk terus menghasilkan karya sekaligus promosi di bidang penulisan. Facebook, dalam hal ini secara tidak langsung banya melahirkan penulis dan karya-karya pemula. Karena memang jangkauan facebook cukup besar, jadi hal itu mungkin bisa saja terjadi. Banyak sekali event-event lomba kepenulisan yang boleh diikuti oleh semua penduduk facebook baik bukan penulis atau yang ingin jadi penulis. Yang akhirnya naskah yang terpilih akan diterbitkan. Dari facebook, semakin banyak kesempatan orang untuk menulis, menjadi penulis dan memiliki buku.

Bagi penulis pemula bukanlah hal yang mudah untuk menjadi tenar dan memiliki karya yang best seller. Sebenarnya dari facebook, akan ada banyak kemudahan untuk itu. Dari mana dimulainya? Dari kita menunjukkan personal branding kita di facebook. Ada beberapa yang harus diketahui oleh penulis pemula agar personal brandingnya di facebook sukses, yaitu :

1.Mengetahui karakteristik facebook. Harus mengetahui dan memahami bagaimana cara kerja facebook itu sendiri, bagaimana nge-add orang, buat grup, buat halaman, ngrim pesan via inbox, menulis di catatan, meng-uploud foto, semua itu penting bagi penulis pemula.

2.Komunikatif. Karena dengan itu semuanya akan dimulai, dengan berteman dan meng-add penulis-penulis besar yang memiliki facebook, membuat grup sharing kepenulisan, meng-uploud foto/ cover buku yang sudah diterbitkan, dan juga menulis karya-karyanya di catatan facebook dan meng-tag penulis-penulis besar dan penulis yang masih belajar juga, untuk meminta koreksian, kritik dan saran dari mereka.

3.Percaya diri. Jangan ragu-ragu dan malu chat dan sharing dengan penulis yang sudah punya nama, yang memiliki akun facebook.

4.Menjaring relasi. Facebook yang ruang cukup kompleks, maka itupun menjadi tempat untuk mejaring relasi, khususnya penulis pemula menjaring relasi dengan penerbit-penerbit yang juga aktif di facebook. Hal ini memiliki banyak guna, untuk memudahkan penulis pemula itu nanti jika sudah memiliki naskah buku, tinggal menawarkan kepada penerbit-penerbit yang sudah dia kenali. Selain itu, yang penting juga mungkin toko-toko buku yang ada akun facebooknya, gunanya untuk kerjama menjual buku-buku penulis pemula yang mungkin masih diterbitkan secara indie, jadi pemasarannya harus cukup gencar, salah satunya mencari relasi dengan toko-toko buku. Agar karyanya bisa terjual di took buku dan mungkin saja bisa best seller. Ada banyak buku yang terjual secara indie, tapi menjadi best seller, contohnya buku Ibuku Adalah, kumpulan tulisan tentang ibu yang di awali dengan event kepenulisan lomba menulis tentang ibu pada hari ibu, yang akhirnya buku itu dibukukan dan menjadi best seller bahkan sudah sering dibedah, walaupun buku ini adalah buku antologi yang ditulis oleh penulis pemula.

Diharapkan kepada para penulis pemula, agar terus melakukan langakah-langkah untuk membuat personal brandingnya bagus dan dikenal oleh orang. Mungkin dari kerja kecil itu akan ada perubahan yang menjadi titik awal untuk menjadi penulis besar di masa depan, Insya Allah. Facebook dengan segala fenomenanya, saat ini juga mampu membangkitkan karya-karya sastra Indonesia untuk lebih maju, dalam rangka untuk Indonesia membaca dan menulis ke depan. Facebook, pun turut andil menjadi humas bagi penulis pemula, yang membuat namanya menjadi dikenal orang-orang yang awalnya tak mengenalnya dan mengenal lebih lanjut penulis-penulis besar yang awalnya belum kenal dengannya.

Facebook, memang unik, wajah buku ini memang bisa menjadi energi positif dan negatif bagi siapa saja, tergantung bagaimana kita memanfaatkannya dengan sebaik mungkin. Termasuk penulis pemula, memulai karir menulisnya dari facebook. Semoga tulisan sederhana ini bermanfaat bagi kita semua, terutama untuk bangkitnya Indonesia membaca dan menulis.

Referensi: Gara-Gara Facebook, Afit Husni Karim dkk, Leutika Publisher. 10 Orang Paling Berpengaruh di Dunia Maya, Rony Khabar, Annora Media. Pengantar Ilmu Komunikasi, Hafied Cangara, Rajawali Press. Cultural and Communication Studies, John Fiske, Jalasutra. http://ureport.vivanews.com/news/read/61658-facebook__situs_jejaring_jodoh http://teknologi.vivanews.com/news/read/66573facebook__m
akin_haram__makin_populer http://teknologi.vivanews.com/news/read/67129indonesia_pengguna_facebook_ke_7_terbesar http://www.facebook.com/note.php?note_id=10150175902151793 http://unik.sumbawanews.com/public-relation-social-media/ http://www.virtual.co.id/blog/cyberpr/apa-yang-dibutuhkan-public-relations-di-era-social-media/ http://rismahariati.wordpress.com/2010/10/25/public-relation-social-media/ http://publicrelationsidaananda.blogspot.com/

2 thoughts on “Facebook dan Personal Branding Penulis Pemula

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s