The Gate of Heaven

Kemenangan Para Pencari Syurga

Palestina dan cerita-ceritanya sepertinya tak akan habis untuk dibicarakan. Begitu pula tak akan bosan untuk dituliskan. Baik dalam buku-buku fiksi (novel, cerpen, puisi) ataupun nonfiksi. Baik penulis luar negeri dan Indonesia, tak pandang itu muslim ataupun nonmuslim juga menuliskan tentang Palestina.

Saat ini Palestina tak hanya menjadi perhatian dunia Arab dan Islam saja, tapi seluruh dunia juga merhatikan sebagai negeri yang tak lagi ada HAM di dalamnya. Karena, di sana begitu mudahnya orang dibunuh, wanita diperkosa, anak-anak disiksa oleh prajurit-prajurit Israel. Perhatian itu terbukti dengan adanya, kapal Mavi Marmara Freedom Frotilla yang membawa banyak relawan dunia yang tak hanya muslim saja menuju Gaza, namun akhirnya usaha itu gagal karena prajurit Israel menghadang mereka setelah sampai di perairan yang sedikit lagi akan sampai ke Palestina tepatnya Gaza. Pada kejadian itu, beberapa relawan mati, banyak yang terluka, dan ditangkap oleh prajurit Israel. Setelah kejadian itu protes datang dari segala penjuru, pada satu negeri yaitu Israel.

Tulisan ini sebenarnya bukanlah membahas tentang kejadian Mavi Marmara tahun lalu, tapi tentang sebuah buku tepatnya Novel berlatar Palestina karya saudara saya R.h. Fitriadi, sebelumnya saya mohon maaf Mas Rahmat saya baru bisa meresensi buku ini sekarang. Karena sebenarnya buku ini setahun lalu, sungguh terlambat mungkin saya meresensinya saat ini. Namun tak apalah, niat saya mau berbagi, semoga akan bermanfaat bagi teman-teman semua. Karena saya akan melanjutkan resensi ini dengan buku kedua beliau yang masih sekuel dari The Gate of Heaven. Kurang lengkap rasanya meresensi jika tidak dari buku pertama.

Novel ini diawali dengan sebuah kisah para prajurit Hamas yang menjaga beberapa wanita Palestina dan bayinya yang dibawa ke tempat rahasia, melewati lorong bawah tanah. Lalu dilanjutkan dengan persiapan Hamas untuk menyerang Israel yang dipimpin oleh Abu Sulaiman Al-Hurr, untuk memulai Cash Lead II yang akan melancarkan serangan ke beberapa titik penting Israel memakai 200 roket Al-Qossam III, roket varian baru untuk daya jelajah menengah yang hampir sama dengan roket menengah-jauh milik Israel jenis David’s Sling dan Patriot Missile.

Penyerangan itu dimulai saat shubuh, yang akhirnya membuat wilayah Israel seakan tak ada ketenangan lagi seperti dulu. Sejak itu, ketakutan dan kekhawatiran melanda rakyat Israel. Karena penyerangan dilancarkan menuju fasilitas reaktor nuklir (Negev Nuclear Research Center) di kota Dimona, fasilitas militer udara Haifa Airbase, Ramad David Airbase dan Ramon Airbase, bandara International Ben-Gurion dan Eilat Uvda, fasilitas public di Tel Aviv pelabuhan Jaffa, menghancurkan monument pendirian Tel Aviv, dan yang paling dirugikan adalah Azrieli Center Tringular Tower di pusat Tel Aviv. Karena di dalamnya ada perusahaan telekomunikasi terbesar Israel yaitu Bezeq Company. Sejak itu kota Tel Aviv serasa bukan menjadi kota paling tenang dari serangan teror, hal ini membuat masyarakat takut bukan kepalang.

Setelah itu, Presiden Shimon Peres mengadakan rapat mendadak untuk membahas penyerangan Hamas terhadap mereka. Yang akhirnya memutuskan dalam konferensi pers Presiden, mereka akan menyerang balik ke wilayah Gaza, tapi setelah beberapa hari masa berkabung yang sebenarnya itu hanya alasan guna memulihkan mental prajurit untuk perang dan persiapan yang lebih matang.

Ketika penyerangan akan dimulai sehari lagi sudah dilakukan evakuasi rakyat Palestina Gaza ke negeri tetangga Mesir, melalui gerbang Rafah. Cerita kemudian diteruskan dengan adanya sepasang suami istri dokter yang juga mengungsi ke Mesir bernama Fatah dan Nafisa. Sepasang dokter ini turut mengungsi karena sang Istri Nafisa sedang hamil tua, oleh karenanya Fatah membawanya ke Mesir untuk dititipkan kepada pamannya, Ibrahim. Jikalau tak hamil tak mungkin mereka akan ikut mengungsi, karena mereka juga sangat dibutuhkan di rumah sakit di Gaza. Hal ini terpaksa dilakukan untuk menyelamatkan Nafisa dan bayinya, dan setelah itu Fatah kembali ke Gaza untuk melanjutkan perjuangannya.

Ada tokoh lain yang berasal dari Aceh Indonesia, seorang relawan bernama Ananda Meutia. Dia mengerahkan kemampuannya saat beberapa menit sebelum penyerangan dan gerbang Rafah sudah di tutup. Padahal masih banyak tersisa rakyat Gaza di sana yang belum terevakuasi, hal itu karena memang evakuasi yang dilakukan untuk satu orang saja cukup lama. Akhirnya dia melakukan protes yang disiarkan ke seluruh televisi di Mesir, singkatnya akibat protes Ananda Meutia itu lahirlah gelombang demo dari masyarakat Mesir yang tergugah dari ucapan dan kata-kata dari Ananda Meutia. Demo dilakukan menuju gerbang Rafah dan gedung Presiden. Yang hal itu mengakibatkan adanya rapat mendadak kalangan pemerintah Mesir yang dipimpin langsung oleh Presiden Husni Mubarok, dan turut diundang juga Rektor Universitas Al-Azhar Syaikh Tanthawi. Rapat mendadak itu terjadi cukup serius dengan beberapa opsi yang disarankan oleh kalangan atas dan akhirnya memutuskan untuk membuka kembali gerbang Rafah dan proses pengevakuasian dilakukan di Mesir dibantu oleh Mahasiswa Al-Azhar.

Di daerah lain terjadi pertempuran antara anggota Shin-Bet (mata-mata Israel terhadap Hamas dari rakyat Palestina), karena mereka dianggap sudah tak berguna. Yang akhirnya seluruh anggota Shin-Bet kembali ke kota Gaza dan menjadi tawanan Hamas. Dan setelah itu mereka menjadi berubah 180 derajat, yaitu menjadi pembela Hamas dan Palestina, dan turut berjuang bersama Hamas.

Di tempat lain di Asia Tenggara, para ilmuan TI sibuk dengan pekerjaan mereka. Yaitu berusaha membantu Hamas dengan apa yang mereka bisa. Yang nantinya mereka mampu membuka proteksi satelit milik Amerika untuk mereka gunakan merekam kejadian-kejadian di Gaza.

Ketika pertempuran dimulai, tak imbanglah dari segi prajurit dan senjata. Tentu Israel lebih unggul dari pejuang Palestina Hamas. Namun apa yang terjadi, hal itu tak menjadi ajang kekalahan bagi Hamas, tapi Hamas menang dalam pertempuran itu. Dua ratusan lebih pesawat canggih Israel hancur di langit Gaza, banyaknya pasukan yang mati dan ditawan oleh Hamas, dan yang paling mengerikan lagi yaitu tank-tank lapis baja Israel Merkava disabotase oleh mantan agen Shin-Bet yang kini berbalik arah membela Hamas dan menjadikan alat itu untuk menyerang tempat persiapan dan markas Israel di wilayah Erez. Sungguh senjata makan tuan yang itu sangat menghancurkan mereka. Dan berakhir dengan kisah syahid para agen Shin-Bet yang kini menjadi pejuang melawan Israel.

Sungguh saya sangat kagum, dengan karya mas Rahmat ini. Ceritanya begitu memukau dan membuat pembaca tak tahan untuk meneruskan bacaannya ke halaman berikutnya. Ya, penasaran, itu yang dibuat oleh mas Rahmat untuk pembacanya. Gaya bercerita yang lugas, juga seluruh setting latar dalam novel ini begitu detail dan semakin membuat hidup cerita di dalamnya.

Sekali lagi saya sangat kagum, terhadap karya ini. Karena sungguh tak mudah membuat sebuah novel dengan begitu banyak data-data, apalagi yang paling sangat saya fikirkan bagaimana mendapat data-data yang banyak dan begitu detail itu, dari nama tempat-tempat asing, senjata-senjata, dan banyak lainnya. Sungguh saya sangat mengapresiasi karya ini. Dan senantiasa saya berdo’a semoga karya ini mampu membangkitkan semangat juang pemuda dalam ummat ini, dan menjadikan penulisnya mendapatkan rahmat dari Allah SWT, amin. Teman-teman yang belum baca atau belum punya silahkan segera pesan di penerbit Pro-U Media atau cari di took buku terdekat, Insya Allah ada berikut juga dengan sekuelnya. Selamat membaca, karya ini benar-benar akan menggugah hidup anda, insya Allah.

Penerbit : Semesta Pro-U Media
Tahun Terbit : 2010
Jumlah Halaman : 480 hal

08.38, 28 Rajab 2011, Di Rumah Taqwa, Malang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s