Roadshow Keffiyeh Merah Ke Jawa Timur

#pernah dimuat di Harian Surya 20 Juni 2012, klik!

                Sore itu daerah Tirto kampus III Universitas Muhammadiyah Malang, tetap bernafas seperti adanya, selalu ramai. Ya, daerah ini berjejeran dengan rumah makan, café, toko, warnet, counter, foto kopi, dan semua yang berkaitan dengan kehidupan dengan mahasiswa yang bersifat materi. Maka, tak heran jalan-jalan hampir selalu penuh dengan anak-anak muda yang tak lain mahasiswa-mahasiswi, baik yang berjalan di pinggir jalan atau menaiki sepeda motor dan mobil yang meramaikan arus Jalan Tirto.

Di sebuah café, tepatnya Green Camp Us. Ada kumpulan orang yang sedang asyik ngobrol ringan, kumpulan mahasiswa namun serius dan antusias mendengarkan dan menanyakan apa-apa yang ingin diketahui. Ya, sore itu Journalistic Club Ilmu Komunikasi UMM sedang kehadiran tamu dari negeri yang cukup jauh di Timur Tengah tepatnya Saudi Arabia. Yakni dari Forum Lingkar Pena (FLP) cabang Saudi Arabia.

Dalam rangka roadshow buku yang diterbitkan perdana oleh penerbit FLP Saudi, mereka mengadakan diskusi bedah buku dengan gratis. Buku itu berjudul Keffiyeh Merah, kumpulan tulisan novelette dan cerpen yang pernah dimuat di majalah Islam Annida Online. Buku ini langsung dibedah oleh penulisnya sendiri yaitu Maryam Qonitat. Sedangkan, perwakilan dari FLP Saudi adalah Taqi yang saat ini juga menjabat sebagai ketua FLP Saudi.

Diceritakan, antara Taqi dan Maryam belum pernah bertemu. Mereka hanya bertemu di dunia maya. Karena apa? Mereka berbeda tempat domisili, Taqi yang melanjutkan studi di Ummul Quro’ Saudi sedangkan Maryam setelah menyelesaikan Strata satunya di Al-Azhar Mesir, melanjutkan magisternya di International Islamic University Malaysia. Setelah cukup akrab di dunia maya, Taqi meminta naskah Maryam untuk dijadikan buku perdana yang diterbitkan  Cahaya Publishing (yang dikelola FLP Saudi Arabia).

Mereka baru bertemu pada acara yang mereka sepakati untuk mengisi liburan, yaitu safari cahaya roadshow Keffiyeh Merah di Jawa Timur selama 15-24 Juni 2012. Di Malang dilakukan di berbagai tempat seperti Pondok Pesantren Babul Khoirot di Lawang pada tanggal 16 Juninya, sore sampai sehabis maghrib menjelang isya dilakukan di Green Camp Us cafe, bersama JC UMM.

Maryam menceritakan bagaimana proses kreatifnya menulis buku pertamanya itu. Termasuk mengapa ia mengambil judul Keffiyeh Merah. Menurut dia, keffiyeh itu sebagai symbol. Lihat saja bagaimana keffiyeh atau biasa kita sebut sorban itu tak hanya dipakai oleh orang-orang Timur Tengah. Tapi kali ini juga menjadi fashion, insan nasyid atau band religi yang hadir pada saat Ramadhan. Namun bagi penulis yang mengaku memulai karir kepenulisannya sejak 2010 ini, mengatakan bahwa keffiyeh itu sebagai simbol kebangkitan. Sebagaimana cerita di dalamnya bergenre epik romantis, yang tak bercerita romantisme picisan namun cinta yang memberikan kekuatan.

Menjelang akhir pertemuan, Maryam memberikan satu ekslempar Keffiyeh Merah sebagai kenang-kenangan untuk JC UMM, dan diteruskan dengan foto-foto. Sampai rombongan kembali melanjutkan perjalanan cahayanya menuju tempat yang akan mereka kunjungi setelah itu yakni Ponpes Ar-Rahmah Hidayatullah dan daerah Jatim lainnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s