Yuk, Dukung Ketika Mas Gagah Pergi Jadi Film!

cover baru ketika mas gagah pergi
cover baru ketika mas gagah pergi

Saya sejak kecil, alhamdulillah sudah kenal dunia buku, biasa di dongengi oleh Ummi. Akhirnya, saya pun suka membaca. Apapun itu, majalah aku anak Soleh, majalah mentari, komik Dragon Ball saya tamat, majalah bahasa inggris FUN dll. Awal masuk pondok saya hanya suka membaca buku-buku Islam non fiksi, cukup sering beli Majalah Sabili. Saya juga biasa mengingat nama-nama penulis buku, kebetulan saya mendapat tugas menjaga wartel untuk santri yang juga menjual buku-buku Islami. Kemudian sekitar kelas 3 KMI saya mencoba untuk membaca Ayat-Ayat Cinta kang Abik, Habiburrahman El Shirazy. Saya tertarik karena cukup banyak yang bilang novel ini bagus. Padahal sewaktu masih kelas 2 KMI ada ustadz yang suka membaca merekomendasikan novel karya alumni Al-Azhar Mesir itu. Tapi, waktu itu saya belum tertarik.

Setelah selesai membaca ‪#‎AAC‬, pandangan bahwa buku-buku fiksi memiliki manfaat dan bisa bernilai dakwah di dalamnya. Sejak itu saya mencoba menyukai karya fiksi. Langganan Majalah Annida dan membeli buku-buku fiksi Islami yang dimotori FLP. Cukup telat ternyata saya menyukai karya-karya FLP. Banyak buku-buku FLP yang belum saya baca, tetapi sudah jarang di pasaran. Waktu itu saya hanya dapati serial Marabunta Mba Afifah Afra Satu, di beberapa seri saja. Kemudian yang lain saya hanya dapat karya FLP yang terbaru saja.

Beberapa tahun kemudian saya membaca ada sebuah buku fiksi Islami yang memiliki banyak pengaruh bagi pembacanya. Salah satu pengaruhnya, pembaca akhirnya mau memakai jilbab. Buku itu berjudul‪#‎KetikaMasGagahPergi‬ nantinya disingkat ‪#‎KMGP‬, karya Bunda Helvy Tiana Rosa. Saya mencoba cari tahu tentang apa buku tersebut. Saya menemukan beberapa pdf tentang cerpen #KMGP tetapi tidak lengkap ceritanya. Mencari bukunya juga sudah tidak ada di pasaran. Saya cari-cari karya Bunda Helvy yang lain, hanya menemukan ‪#‎Bukavu‬

Saya penasaran. Dan akhirnya setelah saya kuliah di Malang dan mengetahui #KMGP telah diterbitkan ulang di Penerbit milik mba Asma Nadia, Penerbit Asma Nadia. Ketika ada Islamic Book Fair, saya membeli buku tersebut. Dengan adanya penambahan dalam cerpen #KMGP yang kemudian berjudul ‪#‎KetikaMasGagahPergiDanKembali‬.

Meski telat membaca full dan ada tambahan cerita. Kumpulan cerpen ini tidak mengecewakan saya. Saya sangat suka malah dan menjadi salah satu buku yang saya sukai. Semua cerpen di dalamnya bagus-bagus, menginspirasi, memotivasi. Bahkan saya sempat membuat resensinya dan dimuat di koran kampus.

Ketika ada kabar #KMGP akan dibuat film, wah saya senang sekali dan tak sabar untuk menonton. Terakhir kabar yang tersiar, sudah ada casting. Namun, ternyata pembuatan film #KMGP menunggu waktu yang tepat, waktu yang lebih indah-kata anak sekarang

Nah, bagi Anda pembaca buku-buku Bunda Helvy Tiana Rosa (HTR)khususnya #KMGP dan ingin sekali #KMGP difilmkan. Yuk, gabung di Grup Fb KMGPKita https://www.facebook.com/groups/kmgpkita/, untuk menyuarakan dukungan kita dan membantu proyek film ini semampu kita.

Yang mau baca resensi #KMGPhttp://ridhodanbukunya.wordpress.com/2012/03/25/inspirasi-dari-ketika-mas-gagah-pergi-new-edition/ semoga bermanfaat.

Yuk dukung #KMGP jadi film!