Serasehan Pegiat Literasi Bondowoso

Seperti biasa, sore itu alun-alun Bondowoso dipenuhi oleh banyak orang. Dari yang olahraga, juga yang hanya santai duduk-duduk saja. Dari penjual nasi, sampai penjual cilok. Paseban alun-alun pun begitu, di minggu sore 22/Februari/2015 yang cerah itu dipenuhi oleh sekelompok orang duduk melingkar.

Mereka adalah orang-orang Bondowoso yang berminat di bidang literasi. Beberapa dari mereka sudah berteman di facebook, dan ini pertama kalinya kopi darat bagi sebagian besar yang datang. Sekitar kurang lebih 15 orang datang dari berbagai kalangan. Ada pensiunan Pemda, Guru, Mahasiswa AT-Taqwa, ibu-ibu rumah tangga sampai anak SD juga datang.

Perkumpulan ini menjadi sarana perkenalan antara pegiat literasi yang ada di Bondowoso. “Harapannya dengan adanya silaturrahim antar pegiat literasi kali ini, kita bisa bersama-sama memajukan Bondowoso melalui literasi. Semoga nanti bisa mengajak anak-anak muda Bondowoso yang masih sering kumpul gerombolan tanpa tujuan jelas, untuk turut berkarya,” terang Risky koordinator kopdar yang juga menjadi CEO sebuah penerbitan indie Raditeens Publisher.

Tak hanya untuk saling kenal, kopdar ini juga untuk saling berbagi ilmu dan pengalaman. Bambang yang pensiunan Pemda berharap, dengan adanya perkumpulan ini bisa memunculkan semangat menulisnya lagi dan awet muda. “Saya dulu menulis sejak SMP, beberapa karya saya pernah dimuat di Kompas Anak. Tapi, ya begitu, setelah dimuat saya sudah sangat senang sekali. Saking senangnya sampai tidak melanjutkan menulis lagi,” ungkapnya.

Salah satu pegiat literasi yang hadir ternyata sudah lebih dulu menebar virus literasi di SD-SD pelosok Bondowoso. Rica yang juga menjadi guru di SMPN 2 Tamanan, blusukan ke SD-SD di pelosok Bondowoso untuk mengajak siswa-siswi di sana mencintai kebiasaan membaca buku. “Saya pernah Tanya ke salah satu siswa,  “Pernah baca Majalah Bobo?” “Gak tahu, Bu”. “Pernah baca koran?” “Gak pernah, Bu.” Miris sekali keadaan ini. Saya selalu membawa buku ataupun koran agar mereka tahu ada yang menarik dari membaca,” ungkap penulis beberapa buku antologi yang juga pernah menjadi wartawan di Jawa Pos tersebut.

Kopdar ini juga dihadiri oleh suami istri pegiat literasi beserta dua anaknya. Mereka adalah Taufik dan Widyanti. Taufik adalah penulis freelance yang banyak menulis tentang internet marketing di beberapa harian seperti Kompas dan Pikiran Rakyat. Sedangkan Widyanti adalah blogger aktif yang baru saja menelurkan karya pertamanya yang berjudul Food Combining: Pola Makan Sehat, Enak dan Mudah (Penerbit Kawan Pustaka). Hingga menjelang maghrib, disepakati dua pekan lagi akan ada perkumpulan lagi dengan pembahasan bedah buku Food Combining oleh penulisnya langsung. Yuk warga Bondowoso dan sekitarnya silakan hadir dan turut serta memajukan literasi. Ditunggu kehadirannya ya!

menyimak cerita Pak Bambang
menyimak cerita Pak Bambang
saat Pak Taufik bercerita
saat Pak Taufik bercerita

IMG_2559 IMG_2560 IMG_2563 IMG_2564 IMG_2565 IMG_2566

*dimuat di harian surya 7 Maret 2015.

3 thoughts on “Serasehan Pegiat Literasi Bondowoso

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s