Curhat Petani Mati

 

Aku mulai pangling dengan cuaca

Atau cuaca yang tak paham dengan suasana

Entah aku belum mengerti karena apa

Tapi ini bukan omong kosong belaka

 

Kenapa hujan turun saat siang menyala

Dan matahari membakar saat air-air turun dari curahnya?

 

Musim tak lagi terencana

Musim hanya permainan waktu saja

Tak tentu kapan hujan membasahi

Tak bisa kupastikan kapan panas menyinari

 

Aku semakin bingung saja

Kapan aku akan memanen tanamanku

Jika sehabis panas menyala

Hujan tak mau kalah turun membasahi

 

Sudah bisa dipastikan  tanamanku mati semua

Tanamku tak ada hasilnya

Aku mati menggersang

Tak heran aku semakin papa

; oh, bumi lantaran apa kau berubah tak merakyat?

Rumah Taqwa, Malang.

dok pribadi
dok pribadi

*puisi dimuat di radar probolinggo 24 Maret 2015

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s