Mata Hati

 

Gunung-gunung tinggi yang menjulang

Lautan luas yang tak ada ujungnya

Hutan-hutan lebat dengan pohonnya

Semua merayakan cinta yang mereka mau

 

Sayang kau tak mampu menemani mereka dalam berpesta

Kedatanganmu hanya menjadi pengusik tak diundang

Merayakan cinta egomu seenaknya

Kau hancurkan hati mereka dengan tingkahmu

 

Tahukah kau mereka pun memiliki hati

Sepertinya matamu telah buta

Sehingga tak mampu lagi memandang

Ataukah kau memang tak lagi memiliki mata?

 

Maukah kau disebut sebagai orang yang tak berhati?

Karena tingkahmu yang tak lagi memiliki peri

Maukah kau disebut orang buta?

Karena dirimu tak lagi memiliki mata hati

 

Mata,

Hati.

Mata,

Hati.

 

Keduanya ada di jasadmu

Namun, apa benar tak berfungsi lagi?

Kalau begitu congkel saja keduanya

Buang saja jika memang tak lagi memiliki guna

                            Rumah Taqwa, Malang.

dok pribadi
dok pribadi

*puisi dimuat di radar probolinggo 24 Maret 2015

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s