Sehat Dengan Terapi Senam Chi

Sehat Dengan  Terapi Senam Chi (Qi)

senam chi.jpeg

                Salah satu ikhtiar menjaga kesehatan, adalah dengan berolahraga. Salah satu olahraga adalah senam. Salah satu senam yang ada adalah Senam Chi. Adakah yang tahu apa itu Senam Chi?

Nama lengkapnya adalah senam olah napas chi energi. Senam ini merupakan senam yang bertujuan untuk menghimpun energi alam yang berupa udara, yang dimasukan ke dalam tubuh  melalui pernafasan aktif. Selain itu, dikombinasikan dengan serangkain gerakan sistematis dan konsentrasi, sehingga menghasilkan energi chi yang dpt dimanfaatkan untuk kesehatan maupun terapi pasien.

Jadi, senam Chi ini adalah senam yang tidak hanya menyehatkan bagi diri sendiri, tetapi juga bisa dimanfaatkan untuk menerapi pasien. Dari namanya, mungkin ada yang beranggapan kalau senam Chi ini ada kaitannya dengan Tai Chi. Tetapi, sejatinya tidak ada, hanya mungkin namanya hampir sama.

Tai Chi berasal dari China, sedangkan Senam Chi berasal dari Indonesia. Senam Chi diciptakan oleh master akupunktur dan akupresur, Prof . RTS. Adikara. Beliau adalah Guru besar Unair di bidang akupunktur. Senam ini dikembangkan pusat penelitian Bioenergi di Unair.

Senam ini baru tersebar di beberapa daerah, salah satunya Bondowoso. Di Bondowoso, senam ini dipopulerkan oleh Dokter Rasmono. Beliau mengajak Senam Chi bersama-sama  pertama di BONDOWOSO, bulan Oktober 2013. Menurut beliau, manfat Senam Chi adalah untuk melancarkan aliran chi yang melewati jalur merediam. Dengan lancarnya chi, maka yang didapatkan, antara lain: kesehatan, kesembuhan, jiwa tenang, kekuatan, kesuksesan.

“Kami ingin berbagi kepada sesama, bahwa ada metode yang mudah untuk mejaga kesehatan kita, sekaligus menyebarkan ilmu holistik pada masyarakat” kata Dokter yang juga ahli akupuntur tersebut berharap.

Ketika pertama kali hingga beberapa tahun Senam Chi ini dilakukan di Rumah Sakit Dr. Koesnadi Bondowoso, yang diikuti oleh beberapa staff rumah sakit. Saat ini, kegiatan senam ini dilakukan di Klinik Paru dan Jantung Dr. Koesnadi Bondowoso. Dilakukan seminggu sekali, setiap hari Jum’at dimulai pukul 07.00 pagi sampai jam 08.00.

Bu Nyoman, Staff keuangan di Rumah Sakit Dr. Koesnadi adalah salah satu yang mengikuti Senam Chi sejak pertama kali diadakan di Bondowoso. “Kesehatan menjadi terjaga, suasana senam yang kekeluargaan menambah kenyamanan, dan membuat ingin selalu hadir setiap hari jumat,” pungkas Bu Nyoman.

Saat ini yang mengikutinya juga lebih variatif. Selain staff rumah sakit, juga ada dari pasien dan orang yang ingin belajar, sekitar 10-15 orang. Bahkan ada Pak Gesit, penyandang tuna netra yang aktif ikut senam Chi. Atas ajakan Dokter Rasmono, beliau pun mencoba untuk ikut Senam Chi dan dia merasakan khasiatnya untuk tubuh. Selama ini menjual lemet jagung dengan menjajakannya di daerah kota Bondowoso. Selain itu, dengan energi Chi yang dia dapati selama senam dia juga mencoba usaha memijat orang.

Nah, bagi warga Bondowoso yang ingin sehat dan mengikuti senam ini silakan datang ya setiap Jum’at pagi ke Klinik Paru dan Jantung Dr. Koesnadi. Jika ingin mengetahui gerakan Senam Chi silakan cek di http://bit.ly/SenamChi. Salam sehat!

Senam Chi di Surya 19 Juli 2017 1 halaman

*dimuat di Harian Surya 19 Juli 2017
link harian surya online http://surabaya.tribunnews.com/2017/07/18/cara-murah-dan-mudah-sehat-dengan-senam-chi

Mengenalkan Buku Kepada Adik

16423142_10208249064809261_5347814824651514378_o.jpg

Alhamdulillah, hari ini usianya sudah 5 tahun. Semoga menjadi anak shalihah, sehat dan barakah ya adik Arfa Nazihah Ashri.

Sebagai seorang kakak, saya mengenalkan dia kepada buku. sejak dia hanya didongengkan oleh Ummi, sampai sekarang saat dia sudah mulai bisa mengeja huruf. Beberapa buku anak, biasanya saya dapat dari request kepada penerbit sebagai reward dari menulis resensi, tidak hanya bermodal resensi jika ada rezeki pun saya membeli buku anak juga. Selain untuk dibaca oleh adik saya, juga untuk saya bawa ketika membuka taman baca di Car Free Day Alun-alun Bondowoso (wah, jadi kangen buka taman baca lagi). Alhamdulillah, dia sudah mengenal buku, dan bahkan kadang minta dibelikan,  “Mas Adik belikan buku Naura-seri Naura Penerbit NouraBooks- yang ini ya, buku ini dan itu ya, dan bahkan salah satu permintaannya dari beberapa permintaannya ketika doa setelah shalat adalah meminta buku baru

Alhamdulillah, sebelum 6 februari, request saya atas buku anak karya Mbak Tethy  Ezokanzo dikabulkan oleh penerbit dan sampai. Jadilah ini buku baru di hari lahirnya. Semoga semakin mencintai buku dan ilmu ya Dik. Menjadi ahli ilmu yang mengamalkan menyebarkannya, aamiin… 🙂

Film Dear Zindagi – Teruntuk Kehidupan

Hidup Yang Harus Disyukuri

025043300_1480493511-dear_zindagi

            Pikiran. Sudah fitrah manusia bisa berpikir, memiliki akal. Yang membedakan manusia dengan hewan, anugerah terindah dari Allah. Namun, ternyata jika pikiran tidak diatur maka akan menjadi penyakit. Terlalu banyak pikiran akan membuat orang menjadi sakit. Entah sakit fisik ataupun psikis.

Sudah tiga bulan lebih ini saya sakit pencernaan, dispepsia namanya. Penyakit ini selain karena pola hidup-pola makan yang tidak sehat, juga disebabkan oleh pikiran yang tidak diatur. Ada takut, gelisah, resah, panik, khawatir, tidak bisa tidur malam alias insomnia,  stres dan entahlah. Kata dokter begitu. Penyebab sakit pencernaan di situ. Bahkan yang paling tidak enak bagi saya di awal-awal sakit saya tidak boleh banyak berpikir, membaca pun saya tidak dibolehkan oleh dokter. Akhirnya, saya pun tidak bisa menulis-yang itu salah satu usaha saya mencari rezeki.

Kata dokter, lambung itu adalah tempatnya pikiran, kalau kebanyakan pikiran yang tidak diatur atau mengendap maka lambung akan sakit. Kemudian jadilah asam lambung, dan penyakit lainnya seperti maag, thypus, dispepsia, GERD dan lainnya. Karenanya, pikiran harus diatur. Jangan sampai stres, yang bahkan itu tidak disadari. Karenanya, saya pun mencoba untuk memenej pikiran saya, sejak itu. Belajar memenej lebih tepatnya. Karena memang tidak mudah, tetapi insya Allah bisa diusahakan. Insya Allah.

kenangan-manis-dari-orangtua

Soal pikiran lagi. Kali sakitnya lebih ke psikis sepupu saya. Karena ada masalah keluarga akhirnya dia sakit, depresi-stres. Ngomongnya menjadi tingkat tinggi, dan kadang mengamuk, yaa seperti bisa berbahaya kalau dibiarkan. Keduanya ini memang penyakit, terasa di fisik, sakit di pikiran. Sama-sama menyedihkan, juga menyakitkan. Tetapi insya Allah, selama yakin ada Allah, insya Allah ada jalan obatnya, ada jalan keluarnya.

Seperti film yang baru saya tonton, Dear Zindagi. Entah seorang teman di fesbuk, mengatakan bahwa film ini bagus. Kemudian setelah menulis saya mencoba, browsing film ini. Ternyata pemerannya adalah raja Bollywood, Shahrukh Khan. Bukan sekedar profesionalisme sebagai artis papan atas saja, atau nostalgia –saya waktu SD suka Bollywood sejak Kuch-Kuch Ho Ta Hai-dan sudah lama nggak nonton India lagi.

011326500_1480493824-dear_zindagi-3

Nah, film ini bercerita tentang Kaira yang diperankan oleh Alia Bhatt. Seorang yang bekerja sebagai sinematografi, sebagai kameran yang karirnya melejit. Namun, kisah percintaannya tidak mulus, beberapa kali dia menjalin hubungan dengan lelaki namun dia tidak sulit menemukan kenyamanan. Intinya dia sulit menjalin hubungan dengan lelaki, padahal dia sangat menginginkan hal itu.

Dia menjalin hubungan dengan seorang produser, dia sangat berharap. Namun, karena gaya pacaran dia membingungkan, akhirnya ada kabar bahwa sang produser melakukan pertunangan dengan mantan pacarnya. Kabar ini sungguh menyakitkan bagi Kaira. Dia stress, tidak bisa tidur.

jangan-renggu-masa-depan-dengan-masa-lalu

Selain itu hubungan dengan orangtuanya, utamanya ibunya juga semakin tidak baik. Dia tidak bisa bersikap ramah dengan orangtuanya. Kemudian, bertemulah dia dengan seorang psikiater dalam sebuah seminar kejiwaan, yaitu Dr. Jehagir Khan yang diperankan oleh Shah Rukh Khan.

Kemudian Kiara mendatangi rumahnya untuk melakukan terapi. Terapi dilakukan sampai beberapa kali dan dilakukan dengan beberapa metode. Penonton akan mengetahu bagaimana dokter jiwa kemudian menerapi Kiara mengakui apa masalahnya sehingga tidak bisa tidur. Di kesempatan lain bagaimana kehidupan karir, orang tua Kiara. Ada metode yang dilakukan di luar rumah terapis, di pantai, sambil bersepeda, menaiki perahu dan lainnya. Dan terapi dengan metode yang menceritakan kenangan terindah dan terburuk dari orangtua. Dengan ini kemudian Kiara hidup lebih terarah, indah dan bahagia.

030571200_1480493675-dear_zindagi-2

Mungkin memang tidak semudah dalam film ini, bagaimana menerapi orang stres. Apalagi jika stresnya tingkat tinggi. Setiap manusia tidak bisa menghindari stres lho, itu kata Profesor syaraf asal Jepang, Arita Hideho. Tetapi paling tidak film ini sudah menyampaikan pesannya. Orangtua juga manusia biasa, bisa salah. Bagaimana pun sedih-pedih kehidupan, harus tetap disyukuri. Bagaimana sakitnya ujian-cobaan, harus tetap dinikmati.  HIDUP INI INDAH.

Film yang inspiratif. Kita semua bisa stres, bahkan tidak bisa menghindari stres, jadi pasti ada stres walau setitik, jadi tonton saja, ambil hikmahnya. Nih, soundtracknya Luv U Zindagi liriknya bagus.

♬Jo dil se lage

(Yang disukai oleh hati)

♬Use keh do hi hi hi hi

(Katakan hai padanya)

♬Jo dil na lage

(Yang tidak disukai oleh hati)

♬Use keh do bye bye bye bye

(Katakan selamat tinggal padanya)

♬Aane do, aane do

(Biarkan datang, biarkan datang)

♬Dil mein aa jaane do

(Biarkan datang ke dalam hati)

♬Keh do muskurahat ko

(Katakan pada senyuman)

♬Hi hi hi hi

(Hai hai hai hai)

♬Jaane do, jaane do

(Biarkan pergi, biarkan pergi)

♬Dil se chale jaane do

(Biarkan pergi dari hati)

♬Keh do ghabraahat ko

(Katakan pada kegelisahan)

♬Bye bye bye bye bye bye…

(Selamat tinggal)

♬Love you zindagi

(Aku mencintaimu oh hidup)

♬Love you zindagi

(Aku mencintaimu oh hidup)

♬Love you zindagi

(Aku mencintaimu oh hidup)

♬Love me zindagi

(Cintai aku oh hidup)

♬Wo o oo.. Wo o oo…

♬Wo o oo.. Wo o oo…

*lirik dari https://fabynovaliza.wordpress.com/2016/11/09/lirik-lagu-love-you-zindagi-dear-zindagi-dan-terjemah/

*foto-foto: http://www.bintang.com/celeb/read/2671288/review-dear-zindagi-pesona-shahrukh-khan-dimata-remaja

Wana Wasa

13775741_10205749692736072_7582521303062187508_n
Adalah bumi dengan sejuta keindahan
gunung menjulang
meski tanpa jelita lautan

Ksatria dengan tugas yang dia emban
membuka jalan
kerja keras manghalau rintangan

Kemudian malam pagi
siang petang
datang
bumi tersohor
di sepanjang jalan
bersinar keanggunan
: dulu

Adalah sejarah tak terelakkan
semoga bangun dari mimpi
lahir ksatria pribumi
karena mulia peradaban tak sekedar bermimpi

#Harjabo197

Membeli Buku

13239253_10206332876905761_1382335321472006081_n

Alhamdulillah, itu yang saya ucapkan ketika datang untuk menemani kelas menulis kemarin siang. Adik-adik yang mengikuti kelas menulis punya inisiatif keren agar menumbuhkan minat baca teman-temannya. Masing-masing mereka membeli cukup banyak buku (kebetulan ada bazar buku murah MMU di Perpusda Bondowoso), dan mereka membawa buku-buku yang mereka beli itu ke sekolah. Mereka menaruh buku-buku tersebut di rak yang tidak dipakai, dan memperbolehkan teman-temannya untuk membaca selama istirahat.

Alhamdulillah, semoga ini merupakan salah satu angin segar budaya literasi di generasi muda yang ada di Bondowoso

(Mudah) Menulis

13041142_10206142837714900_1587209896193752929_o

Seperti kata Mbak Afra, “Menulis adalah menuangkan isi kepala.” Agar mudah dalam menulis, kepala harus diisi dulu dengan membaca. Selain memberitahu dasar-dasar menulis yang saya tahu, saya juga memotivasi adik-adik kelas menulis di Sdmuhammadiyah Bondowoso untuk semangat membaca.

Karenanya, setiap pertemuan saya selalu membawa buku dan majalah anak yang saya punya. Kebetulan paginya baru datang buku anak terbaru terbitan Penerbit Indivamedia Kreasikarya Mas Saleh Khana dan juga karya Kharissa Nurmanita Fayanna Ailisha Davianny dkk, jadi saya bawa juga ke pertemuan mingguan untuk foto bareng dengan dua buku tersebut.

Namun, dua buku tersebut belum boleh mereka pinjam, karena saya belum baca. Dua buku anak ini sangat bagus, karena tidak hanya menghibur namun ada nilai-nilai yang berusaha ditanamkan kepada pembaca anak. Recommended! 🙂

Kéké

14241412_10207044065085021_1311876117695352417_o

“Untuk mencapai tingginya kehidupan, sepasang sayap haruslah mengepak bersama.” Kang Rendy Seputra (halaman 39).

Tidak ada perusahaan yang tiba-tiba langsung menjadi besar, Kéké salah satunya. Pemilik Kéké sudah melalui semua aral rintang dengan segenap perjuangan untuk membesarkannya.

Dalam buku ini diceritakan kisah hidup Bunda Kartika (pemilik Kéké) yang sangat inspiratif. Buku ini ditulis oleh Kang Rendy Saputra yang menjadi CEO Kéké.

Ohya, Kang Rendy membuka kelas belajar bisnis yang dinamakan Sekolah Bisnis Dua Kodi Kartika. Nanti pembelajarannya secara e-learning. Ada video-video materi dari Kang Rendy, bisa juga langsung konsultasi kepada Kang Rendy dan teman-teman SB-DKK yang lain yang jumlahnya sudah ribuan, melalui grup fesbuk dan telegram.

E-learning ini sangat cocok bagi yang akan memulai bisnis ataupun yang sudah lama berbisnis. Tertarik belajar juga? Monggo klik http://duakodikartika.com/affiliate/3516 jika ada pertanyaan silakan Sms/wa ke 085933138891.

<span data-iblogmarket-verification=”nMlWmdQ1V5Hw” style=”display: none;”></span>